HSBC Indonesia Buka Akses Investasi Saham AS Lewat Reksa Dana Syariah, Bidik Inovasi Teknologi dan Tren Global

pantau.com
3 jam lalu
Cover Berita

Pantau - PT Bank HSBC Indonesia kini memberikan kemudahan bagi nasabahnya untuk berinvestasi di saham perusahaan Amerika Serikat berkapitalisasi besar melalui produk reksa dana saham berbasis syariah, sebagai respons terhadap meningkatnya minat diversifikasi portofolio ke pasar global.

Produk investasi yang ditawarkan adalah Batavia US Franchise Sharia Equity USD, dikelola oleh PT Batavia Prosperindo Aset Manajemen (BPAM).

Produk ini dirancang untuk memberikan pertumbuhan modal jangka panjang dengan tetap mematuhi prinsip-prinsip syariah.

Nasabah tidak perlu membuka rekening di luar negeri, karena seluruh proses dapat dilakukan melalui sistem perbankan HSBC Indonesia.

Akses Global untuk Nasabah Affluent Indonesia

Langkah ini ditujukan untuk melayani kebutuhan nasabah affluent di Indonesia yang kini kian aktif mencari peluang investasi di luar negeri.

International Wealth and Premier Banking Director HSBC Indonesia, Lanny Hendra, menyatakan:

"Kami melihat adanya urgensi di kalangan investor untuk memperluas eksposur portofolio secara geografis," ungkapnya.

Dengan penempatan awal minimum sebesar 10.000 dolar AS, nasabah dapat membangun portofolio global yang terdiversifikasi secara instan.

Transaksi bisa dilakukan baik melalui kantor cabang dengan bantuan relationship manager, maupun secara mandiri lewat aplikasi HSBC Indonesia Mobile Banking.

Fokus pada Inovasi Teknologi dan Ketahanan Ekonomi AS

Presiden Direktur BPAM, Lilis Setiadi, menyampaikan bahwa strategi investasi difokuskan pada perusahaan-perusahaan dengan kekuatan pricing power tinggi dan neraca keuangan yang kuat.

Fokus utama tahun ini mencakup:

  • Perusahaan yang memimpin revolusi kecerdasan buatan (AI).
  • Emiten yang diuntungkan oleh tren reshoring atau relokasi pabrik kembali ke wilayah AS.

"Kami percaya kombinasi dari inovasi teknologi dan penguatan infrastruktur domestik AS akan menjadi motor utama return jangka panjang bagi investor," ujar Lilis.

HSBC menilai ketahanan ekonomi AS sebagai pusat finansial dunia, ditambah momentum inovasi teknologi yang terus berkembang, menjadi landasan yang kuat bagi pertumbuhan portofolio jangka panjang melalui produk ini.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Ketegangan AS-Iran dan Data Ekonomi AS Tekan Rupiah, Sentimen Domestik Tetap Positif
• 17 jam lalupantau.com
thumb
Jelang Ramadan, Raffi Ahmad Nyekar ke Makam Mpok Alpa dan Panjatkan Doa Penuh Haru
• 21 jam lalugrid.id
thumb
Ribuan Petani Tembakau dan Buruh Pabrik Lokal Madura Keluhkan Kenaikan Harga Cukai | SAPA PAGI
• 3 jam lalukompas.tv
thumb
Jasa Marga Perkuat Sosialisasi Travoy di IIMS 2026, Siapkan Dukungan Lebaran
• 23 jam lalumedcom.id
thumb
Program Makan Bergizi Gratis Dinanti, Bupati Madiun Sebut Warga Menangis Ingin Segera Terealisasi
• 23 jam laludisway.id
Berhasil disimpan.