Viral Siswa SD di Kelapa Gading Belajar Lesehan, Ruang Kelas Jadi Tempat Jemur dan Bengkel

kompas.com
8 jam lalu
Cover Berita

JAKARTA, KOMPAS.com - Sebuah video yang menunjukkan sejumlah murid SD di wilayah Jakarta Utara, belajar di luar kelas akibat ruangan kelas digunakan untuk menjemur pakaian viral di media sosial.

Berdasarkan video yang diunggah akun Instagram @lambe.turah, terlihat sejumlah siswa SD berseragam merah putih belajar di luar kelas sambi lesehan. Mereka duduk di bangku tanpa meja sehingga harus memangku buku di atas paha.

Dalam video tersebut tampak lebih dari 15 siswa mengikuti kegiatan belajar mengajar dengan metode tersebut. Seorang guru terlihat duduk di depan murid, sementara guru lainnya mengajar sambil berdiri.

Baca juga: Sirine Peringatan Banjir Bekasi Berbunyi, Debit Air Cileungsi Hulu Siaga 2

Proses pembelajaran dilakukan di koridor sekolah karena ruang kelas dikunci. Dalam video itu juga dijelaskan bahwa ruang kelas yang seharusnya digunakan untuk kegiatan belajar mengajar justru dipakai sebagai tempat menjemur pakaian dan bengkel oleh penjaga sekolah.

Di video selanjutnya, diperlihatkan kondisi ruang kelas yang digunakan sebagai tempat jemur pakaian sekaligus bengkel.

"Oleh penjaga sekolah, anak-anak tidak boleh masuk dan kelas dikunci. Sementara kelas ini diperbolehkan untuk menjadi jemuran pribadi keluarganya," ucap perekam video.

Para siswa tersebut merupakan murid Sekolah Harapan Bagi Bangsa, Cilincing, Jakarta Utara. Sejak sekitar 2016, kegiatan belajar mengajar mereka dilaksanakan di gedung Sekolah Tunas Karya III, Kelapa Gading. 

Salah seorang guru di sekolah tersebut, Shalomi (40), membenarkan kejadian yang terekam dalam video viral itu.

"Hari Senin (2/2/2026) minggu lalu kami datang, itu semua digembok. Semua di dalam ruang guru digembok, kelas semua digembok. Ya udah anak-anak belajarlah di luar," ucapnya saat ditemui Kompas.com di lokasi pada Rabu (11/2/2026).

Baca juga: Pasar Murah Jakarta Bakal Digelar 500 Kali Saat Ramadan, Bisa Dibeli di Balai Kota

Shalomi menjelaskan, saat pihak sekolah menanyakan kunci kelas kepada penjaga sekolah, penjaga tersebut mengaku bahwa penguncian dilakukan atas instruksi Yayasan Tunas Karya.

"Jadi kan kami menanyakan kuncinya ke penjaga sekolah, kami menanyakan itu katanya dari yayasan yang kunci," ungkapnya.

.ads-partner-wrap > div { background: transparent; } #div-gpt-ad-Zone_OSM { position: sticky; position: -webkit-sticky; width:100%; height:100%; display:-webkit-box; display:-ms-flexbox; display:flex; -webkit-box-align:center; -ms-flex-align:center; align-items:center; -webkit-box-pack:center; -ms-flex-pack:center; justify-content:center; top: 100px; }

Ia juga mengungkapkan bahwa penjaga sekolah beberapa kali mengalihkan fungsi ruang kelas untuk kebutuhan pribadinya.

"Satu kelas dipakai buat jemuran, satu kelas dipakai buat bengkel. Ini sekarang sudah dirapiin tapi nanti suka dipake lagi," tambahnya.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Iran Tingkatan Penindakan Keras Setelah Negosiasi dengan AS, Hukuman Peraih Nobel Perdamaian Diperpanjang
• 14 jam laluerabaru.net
thumb
Prabowo dan Prajogo Pangestu hingga Aguan Bahas Penciptaan Lapangan Kerja
• 18 jam lalukompas.com
thumb
Walau Kalah Telak dari Ratchaburi di Leg I, Persib Masih Bisa Lolos ke Babak Perempat Final ACL 2 Jika Skenario Ini Terjadi
• 6 jam lalutvonenews.com
thumb
Pemerintah Percepat Rehabilitasi Sarana Pendidikan Pascabencana Sumatera
• 11 jam lalukumparan.com
thumb
Skincare Berbasis Klinis Makin Diminati, Ini Inovasi Terbaru dari ERHA untuk Kulit Sensitif dan Berjerawat
• 6 jam laluherstory.co.id
Berhasil disimpan.