KABAR mengejutkan datang dari arena Olimpiade Musim Dingin Milan-Cortina. Dua atlet ski lintas alam (cross-country) asal Korea Selatan, Han Dasom dan Lee Eui-jin, resmi didiskualifikasi setelah ditemukan penggunaan zat terlarang pada peralatan mereka.
Federasi Ski dan Snowboard Internasional (FIS) mengonfirmasi kedua atlet tersebut didiskualifikasi dari babak kualifikasi nomor sprint klasik putri. Keputusan ini diambil setelah hasil pengujian menunjukkan ski mereka "positif mengandung fluor," demikian pernyataan resmi pihak FIS.
Mengenal Fluor dan Mengapa DilarangFluor, atau lilin ski berfluorin (fluorinated ski wax), telah dilarang sepenuhnya oleh FIS sejak musim 2023-24. Zat ini memiliki sifat menolak air yang sangat efektif. Awalnya, zat ini digunakan pada kapal layar agar dapat meluncur lebih cepat di air, sebelum akhirnya diperkenalkan ke dunia ski pada 1980-an.
Baca juga : Korsel Pastikan tidak Boikot Olimpiade Beijing 2022
Penggunaan fluor dalam kompetisi resmi dilarang karena dua alasan utama, keadilan kompetisi dan dampak lingkungan. FIS menyatakan pasangan atlet Korea Selatan tersebut diduga melanggar aturan karena penggunaan lilin berfluorin "dapat memberikan keuntungan kompetitif."
Selain faktor kompetisi, penggunaan zat ini memicu kekhawatiran serius terhadap kesehatan dan lingkungan. Fluor dikenal sebagai "bahan kimia abadi" karena sifatnya yang tidak dapat terurai secara alami (biodegradasi). Berbagai penelitian juga telah mengaitkan zat ini dengan sejumlah penyakit dan gangguan kesehatan pada manusia.
Dampak bagi Tim Korea SelatanHan Dasom dan Lee Eui-jin masing-masing menempati peringkat 157 dan 158 dalam klasemen Piala Dunia. Meskipun keduanya tidak diprediksi sebagai kandidat kuat peraih medali di Olimpiade Milan-Cortina, diskualifikasi ini menjadi pukulan telak bagi kontingen Korea Selatan di ajang olahraga musim dingin paling bergengsi tersebut.
Pihak penyelenggara dan otoritas ski internasional terus memperketat pengawasan terhadap peralatan atlet guna memastikan integritas olahraga serta menjaga kelestarian lingkungan dari paparan bahan kimia berbahaya. Hingga saat ini, belum ada pernyataan resmi tambahan dari komite olahraga Korea Selatan terkait insiden diskualifikasi tersebut. (BBC/Z-2)




