JAKARTA, KOMPAS.com – Parkir liar di Pecinan Glodok, Tamansari, Jakarta Barat, kembali menjadi sorotan setelah memicu kemacetan hingga ke Jalan Gajah Mada menjelang Imlek 2026.
Petugas gabungan Satpol PP dan Suku Dinas Perhubungan pun melakukan Operasi Cabut Pentil (OCP) terhadap kendaraan yang parkir di atas trotoar.
Penertiban dilakukan di kawasan Pancoran Glodok yang arus lalu lintasnya tersendat akibat deretan sepeda motor terparkir di trotoar serta lapak pedagang yang menjorok ke jalan.
Jalur yang relatif sempit kian terhimpit sehingga memicu antrean kendaraan mengular.
Baca juga: Rangkaian Acara Imlek 2026 di Jakarta, Catat Lokasi dan Tanggalnya
Lima Titik Parkir di GlodokMerespons maraknya parkir liar, Unit Pengelola (UP) Parkir Jakarta Barat mengingatkan masyarakat untuk memanfaatkan lokasi parkir resmi yang telah disediakan.
Kepala UPT Parkir Jakarta Barat, Wendi, menegaskan setidaknya terdapat lima titik parkir resmi di bawah pengelolaannya.
"Lokasi pertama itu di area parkir pelataran gedung bekas. Kemudian masyarakat juga bisa memanfaatkan area parkir tepi jalan di sepanjang Jalan Pancoran sisi utara hingga ke arah depan China Town," jelas Wendi di Pecinan Glodok, Rabu (11/2/2026).
Selain itu, kantong parkir resmi juga tersedia di Jalan Pintu Kecil, Jalan Perniagaan Timur, serta Jalan Petokangan.
"Tiga area itu juga bisa digunakan masyarakat untuk parkir secara aman dan nyaman," kata Wendi.
Ia mengakui terdapat perbedaan fasilitas di masing-masing lokasi. Area gedung bekas berupa pelataran parkir yang relatif memadai, sedangkan lokasi lainnya merupakan parkir resmi di tepi jalan.
"Gedung bekas itu bentuknya pelataran parkir. Kalau sisanya, itu di tepi jalan. Tidak di atas trotoar, namun memanfaatkan bahu jalan," ujarnya.
"Kami tidak membenarkan adanya parkir di atas trotoar karena itu merupakan fasilitas untuk pedestrian," sambungnya.
Baca juga: Parkir Liar dan PKL Penyebab Macet di Pecinan Glodok Ditertibkan
Masalah Parkir LiarKasatpol PP Kecamatan Tamansari, Goodman Sidabutar, tidak menampik parkir liar kerap dipicu keinginan pengunjung untuk mendapat akses lebih cepat ke lokasi tujuan.
"Ada juga juru parkir yang mengarahkan, tapi juga kembali lagi ya, masyarakat kita kan butuh yang praktis. Sebenarnya tempat parkir ada di Gedung Biru di sini, tapi dari gedung ke lokasi yang dituju kan dirasa jauh, sehingga membutuhkan waktu," kata Goodman.
Menjelang Tahun Baru Imlek yang diperkirakan meningkatkan jumlah pengunjung, ia mengimbau masyarakat lebih tertib demi kenyamanan bersama.





