Mendag Ungkap Ekspor Aceh 2025 Turun 6,9% YoY, Terdampak Bencana Banjir

bisnis.com
8 jam lalu
Cover Berita

Bisnis.com, JAKARTA — Kementerian Perdagangan (Kemendag) mengungkap terjadi penurunan kinerja ekspor di wilayah terdampak banjir di wilayah Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat pada 2025, terutama di Aceh.

Menteri Perdagangan (Mendag) Budi Santoso mengatakan ekspor provinsi Aceh pada 2025 turun 6,90% secara tahunan (year-on-year/yoy) menjadi US$694,22 juta dari sebelumnya mencapai US$697,32 juta pada 2024.

Kemendag mencatat, pascabencana akhir November 2025, kinerja ekspor Provinsi Aceh tetap menunjukkan ketahanan yang cukup baik.

Secara terperinci, kinerja ekspor pada November 2025 tumbuh 20,16% secara bulanan (month-to-month/mtm) menjadi US$58,26 juta, dibandingkan dengan Oktober 2025 di level US$48,50 juta. Adapun, nilainya kembali naik 2,42% mtm menjadi US$59,69 juta pada Desember 2025.

“Kondisi ini mengindikasikan bahwa meskipun bencana alam ini dampak pada distribusi dan logistik di semua wilayah, secara agregat ekspor Aceh mampu pulih dengan relatif cepat. Meskipun, year-on-year, Aceh turun 6,90% sebenarnya disebabkan karena turunnya ekspor migas sebesar 65,6%,” kata Budi dalam konferensi pers Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana Wilayah Sumatra di Kantor Kemendagri, Jakarta, Rabu (11/2/2026).

Berbeda dengan Aceh, Budi menuturkan provinsi Sumatra Barat mencatatkan pertumbuhan ekspor sebesar 27,64% yoy dari US$2,18 miliar pada 2024 menjadi US$2,78 miliar sepanjang tahun lalu.

Baca Juga

  • Top! Ekspor Arang Batok Kelapa dari Batam ke China Tembus Rp200 Miliar per Tahun
  • Kejagung Ungkap Ada 26 Perusahaan Terlibat di Kasus Rekayasa Ekspor Limbah Minyak Sawit
  • Kejagung Belum Periksa Eks Dirjen Bea Cukai Askolani di Kasus Ekspor Limbah Minyak Sawit

Jika dibandingkan dengan Oktober 2025, Budi menuturkan ekspor di Sumatra Barat mengalami penurunan cukup tajam hingga -52,56% mtm dari US$247,03 juta menjadi US$117,20 juta pada November 2025. Meski begitu, ekspor kembali menguat hingga 174,15% mtm menjadi US$321,29 juta pada Desember 2025.

“Perubahan ini menegaskan bahwa bencana alam menjadi faktor utama yang memperdalam pelemahan ekspor pada bulan November 2025, meskipun secara keseluruhan pulih ekspor Sumatra Barat tetap terjaga dengan surplus year-on-year 27,64%,” ujarnya.

Di sisi lain, provinsi Sumatra Utara mencatatkan nilai ekspor yang naik 17,84% secara tahunan sepanjang 2025. Nilai ekspornya mencapai US$12,56 miliar pada 2025 dibandingkan tahun sebelumnya di angka US$10,66 miliar.

Pada November 2025, Sumatra Utara mengantongi ekspor US$0,88 miliar. Angka tersebut turun 25,89% dibandingkan dengan Oktober 2025. Namun demikian pada Desember 2025, ekspor kembali mengalami pemulihan pertumbuhan sebesar 18,89% atau senilai US$1,05 miliar. 

“Penurunan yang tajam pada November 2025 berkorelasi dengan bencana alam yang melanda wilayah Sumatra pada akhir November yang berdampak pada kelancaran logistik, distribusi, dan aktifitas produksi,” terangnya.

Namun demikian, sambung dia, secara keseluruhan untuk Provinsi Sumatra Utara tahun 2025 ekspornya meningkat 17,84% dibandingkan 2024.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Netanyahu Tiba-tiba Temui Trump di Gedung Putih, Ada Apa?
• 2 jam laludetik.com
thumb
Libur Imlek 2026, KAI Daop 1 Jakarta Sediakan 234 Ribu Tempat Duduk
• 12 jam lalumediaapakabar.com
thumb
Tristan Keceplosan Ungkap Momen di Ranjang, Olla Ramlan Kaget hingga Salah Tingkah
• 10 jam lalugrid.id
thumb
Dapat Salinan Ijazah Jokowi Tanpa Sensor, Bonatua Jadi Ahli Meringankan Roy Suryo Cs Hari Ini
• 18 jam lalusuara.com
thumb
Digelar di Unismuh Makassar Besok, 8.525 Peserta Siap Ramaikan Olimpiade Ahmad Dahlan 2026
• 6 jam laluterkini.id
Berhasil disimpan.