Bisnis.com, JAKARTA — Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengklaim bahwa sejumlah stimulus ekonomi Lebaran 2026 mampu menggenjot pertumbuhan ekonomi.
Hal itu disampaikan Airlangga di Istana Negara usai rapat dengan Presiden Prabowo Subianto pada hari ini, Rabu (11/2/2026). Airlangga menjelaskan bahwa dalam rapat itu, dirinya melaporkan terkait pemberian stimulus Lebaran 2026.
"Dilaporkan ke Bapak Presiden yang diumumkan kemarin di Stasiun Gambir, terkait dengan diskon kereta api yang 30%, angkutan laut 30%, penyeberangan yang jasanya 100%. Kemudian terkait dengan pesawat yang 17-18%, yang tahun lalu sekitar 11%," ujar Airlangga di Kompleks Istana Kepresidenan pada Rabu (11/2/2026).
Dia pun optimistis seiring dengan stimulus yang diberikan, ekonomi Indonesia akan tumbuh kinclong pada kuartal III/2026. "Kita lihat targetnya pertumbuhan di kuartal I/2026 akan lebih tinggi dari kuartal IV/Desember 2025," ujar Airlangga.
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), ekonomi Indonesia sepanjang 2025 tumbuh sebesar 5,11% secara tahunan (year on year/YoY).
Adapun, pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal IV/2025 mencapai level 5,39% YoY. Angka itu lebih tinggi dari tiga kuartal sebelumnya yaitu 4,87% pada kuartal I/2025; 5,12% pada kuartal II/2025; dan 5,04% pada kuartal III/2025.
Baca Juga
- Cek Daftar Stimulus Lebaran 2026, Ada Diskon Transportasi hingga Bansos Pangan!
- Ini Catatan Ekonom Agar Stimulus Jumbo Idulfitri Tak Bikin APBN Boncos
- Stimulus Lebaran Diumumkan Jelang Puasa, Ini Daftarnya
Sebagaimana diketahui, Pemerintah kembali menyiapkan paket stimulus ekonomi untuk mendorong mobilitas masyarakat pada Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) Idulfitri 2026. Stimulus ini mencakup diskon tarif transportasi dengan total anggaran Rp911,16 miliar hingga penyaluran bantuan pangan senilai Rp11,92 triliun guna menjaga daya beli masyarakat.
Insentif ini diberikan untuk moda transportasi kereta api, angkutan laut, penyeberangan, hingga angkutan udara. Untuk moda kereta api, PT Kereta Api Indonesia (Persero) akan memberikan diskon tarif sebesar 30% untuk periode perjalanan 14–29 Maret 2026. Pemerintah menargetkan insentif ini dapat dinikmati oleh 1,2 juta penumpang.
Selanjutnya, diskon tarif sebesar 30% dari tarif dasar juga diberlakukan untuk angkutan laut PT Pelni (Persero) pada periode 11 Maret–5 April 2026 dengan target 445.000 penumpang.
Sementara itu, untuk angkutan penyeberangan ASDP, pemerintah membebaskan 100% biaya jasa kepelabuhanan (pas pelabuhan) pada periode 12–31 Maret 2026. Targetnya, 945.000 unit kendaraan dan 2,4 juta penumpang.
Di sektor angkutan udara, diskon tarif berkisar antara 17%—18% disiapkan untuk kelas ekonomi penerbangan domestik pada periode 14–29 Maret 2026, dengan target keterisian 3,3 juta penumpang.
Selain itu, guna memecah konsentrasi mobilitas sekaligus memudahkan perencanaan perjalanan, pemerintah juga menetapkan skema kerja Work From Anywhere (WFA) atau kerja di mana saja bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) dan pekerja swasta. Skema tersebut bukan merupakan hari libur tambahan, melainkan fleksibilitas lokasi kerja yang berlaku selama 5 hari, yakni pada tanggal 16, 17, 25, 26, dan 27 Maret 2026.
Di sisi lain, untuk memperkuat sisi permintaan dan menjaga daya beli masyarakat kelas bawah (Desil 1–4), pemerintah menggelontorkan bantuan pangan berupa 10 kg beras dan 2 liter minyak goreng. Bantuan ini akan disalurkan selama dua bulan, yang dimulai pada bulan Ramadan atau Februari 2026, dengan target penerima manfaat sebanyak 35,04 juta Keluarga Penerima Manfaat (KPM).





