JAKARTA, KOMPAS.com - Tumpukan sampah menghampar di pesisir Marunda, Cilincing, Jakarta Utara, dan viral di media sosial setelah videonya beredar luas.
Sampah terlihat membentang hampir satu kilometer di sepanjang garis pantai.
Pantauan Kompas.com di lokasi pada Rabu (11/2/2026), sampah menumpuk di bibir pantai dengan berbagai jenis.
Mulai dari plastik kemasan, botol minuman, styrofoam, sandal bekas, potongan kayu, tanaman eceng gondok, hingga koper rusak bercampur menjadi satu.
Sebagian sampah tersangkut di lumpur pesisir, sebagian lain terbawa arus kecil yang masih bergerak mengikuti ombak.
Di tengah tumpukan tersebut, terlihat seorang warga memilah botol plastik yang masih bisa dikumpulkan. Ia tampak memilih sampah bernilai ekonomis dari campuran limbah yang terdampar.
Baca juga: Banyak Sampah Laut di Pesisir Marunda Jakut, Petugas DLH Kewalahan
Diduga Dampak Angin Muson BaratKomandan Regu Pantai Si Pitung Marunda Dinas Lingkungan Hidup (DLH), Sugiyanto, menjelaskan tumpukan sampah itu dipicu fenomena angin muson barat yang mendorong sampah dari laut ke daratan.
"Entar (laut) pasang, kebawa sampah, terus kena angin laut ya kan, angin ke darat, ini musim angin barat begini, dia datang sampahnya kebawa minggir," katanya saat ditemui Kompas.com pada Rabu (11/2/2026).
Menurutnya, saat air laut pasang, sampah yang sebelumnya mengapung akan terbawa arus. Ketika angin bertiup ke arah darat, sampah tersebut terdorong dan menumpuk di pesisir.
Sugiyanto memastikan, tumpukan sampah di Pantai Marunda bukan berasal dari aktivitas pembuangan ilegal oleh warga sekitar.
"Nih, di Pantai Marunda ini enggak ada masyarakatnya. Karena apa? Itu di Rusun. Masa iya buang sampah ke laut. enggak mungkin, jauh ya kan," ucapnya.
Ia menyebut sebagian besar sampah merupakan kiriman dari aliran sungai yang bermuara ke laut, lalu kembali terdorong ke darat akibat perubahan arah angin.
Baca juga: Rangkaian Acara Imlek 2026 di Jakarta, Catat Lokasi dan Tanggalnya
Penanganan DijadwalkanDinas Lingkungan Hidup Jakarta Utara telah melaporkan kondisi tersebut kepada pimpinan dan menyiapkan langkah penanganan.
"Sudah kami laporkan ke pimpinan dan sudah berkoordinasi untuk melakukan penanganan Kamis besok," tambahnya.
Pembersihan dijadwalkan dimulai Kamis (12/2/2026) dengan melibatkan petugas kebersihan setempat.
Fenomena penumpukan sampah akibat angin muson barat kerap terjadi di sejumlah pesisir utara Jakarta, terutama pada periode peralihan musim, ketika arus dan arah angin berubah signifikan.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang




