Bisnis.com, JAKARTA — Menteri Pertanian Amran Sulaiman memastikan bahwa stok pangan aman, bahkan surplus menjelang momen Ramadan dan Lebaran. Harga pangan pun diawasi agar tidak melonjak.
Hal itu disampaikan Amran di Istana Negara usai rapat dengan Presiden Prabowo Subianto pada hari ini, Rabu (11/2/2026). Amran menjelaskan bahwa di antara pembahasan rapat adalah terkait kesiapan stok pangan pada momen Ramadan dan Lebaran.
"Semua stok kita dua bulan ke depan surplus, lebih dari cukup. Ada sembilan bahan pokok kita, itu adalah swasembada dan ekspor, minyak goreng, beras, bawang merah, dan seterusnya. Kemudian yang impor juga cukup. Jadi ada 11-12 bahan pokok cukup sampai lebih dari cukup, sampai Idul Fitri," ujar Amran di Kompleks Istana Kepresidenan pada Rabu (11/2/2026).
Amran juga menjelaskan bahwa pemerintah berupaya mengawasi agar harga pangan tidak melonjak seiring tingginya permintaan saat momen Ramadan dan Lebaran. Sejumlah komoditas yang menjadi fokus antara lain beras, minyak goreng, daging, ayam, dan telur.
Kemudian, harga cabai dan bawang merah pun tak lepas dari sorotan. Sebelumnya, harga cabai dan bawang pun menjadi perhatian dalam rapat koordinasi terkait inflasi.
"Bawang merah kan kita swasembada, bahkan kita ekspor kalau tidak salah, 2025 ekspor kurang lebih 1.000 ton. Jadi kita sudah swasembada. Ini persoalan rantai pasoknya kita benahi, jadi ada HET [harga eceran tertinggi], ada HPP [harga pokok penjualan]. HETnya kita tekankan, khususnya yang strategis beras," ujarnya.
Baca Juga
- Jangan Panic Buying! Pemkot Padang Pastikan Stok Pangan Aman Selama Ramadan 2026
- Mentan Pastikan Stok Pangan Aman hingga Lebaran 2026, Pedagang Diingatkan Jaga Harga
- Bapanas Klaim Stok Pangan Aman Jelang Ramadan-Lebaran 2026, Ini Datanya
Sementara, mengacu neraca kebutuhan dan ketersediaan pangan nasional periode Februari–Maret 2026, mayoritas komoditas strategis diproyeksikan mengalami surplus. Komoditas beras mencatat surplus tertinggi sebesar 14,48 juta ton, didukung stok awal (carry over) 11,61 juta ton dan produksi berjalan 7,98 juta ton, sementara kebutuhan konsumsi berada di angka 5,12 juta ton.
Jagung juga mencatat surplus sebesar 4,72 juta ton. Daging ayam dan telur ayam masing-masing mencatat surplus signifikan, yakni 635 ribu ton untuk daging ayam dan 305.000 ton untuk telur ayam. Komoditas gula pasir mencatat surplus 751 ribu ton berkat tingginya stok awal yang mencapai 1,2 juta ton.
Untuk daging sapi dan kerbau, meskipun kebutuhan mencapai 121 ribu ton, neraca masih menunjukkan surplus tipis sebesar 6 ribu ton yang didukung kombinasi produksi dalam negeri dan impor.
Pada komoditas hortikultura, aneka cabai mencatat surplus 319 ribu ton dan bawang merah surplus 76 ribu ton. Kedelai juga mencatat surplus 216 ribu ton, meskipun pasokannya masih didominasi impor sebesar 418 ribu ton.





