Serangan Drone Rusia Tewaskan Satu Keluarga

tvrinews.com
2 jam lalu
Cover Berita

Penulis: Fityan

TVRINews-Bohodukhiv

Lima warga sipil gugur di Kharkiv dan Sumy saat tekanan diplomatik melambat.

Gelombang serangan pesawat tak berawak (drone) Rusia kembali menghantam wilayah timur laut Ukraina, menewaskan lima orang termasuk tiga anak kecil dalam satu keluarga. Insiden ini memicu duka mendalam di tengah upaya diplomatik global yang dinilai berjalan lambat.

Presiden Ukraina, Volodymyr Zelenskyy, mengonfirmasi bahwa sebuah drone Rusia menghantam rumah warga di Bohodukhiv, wilayah Kharkiv, pada Selasa 10 Februari 2026 malam waktu setempat. 

Serangan tersebut menghancurkan bangunan hingga rata dengan tanah dan mengubur satu keluarga di bawah reruntuhan.

Kantor Jaksa Wilayah Kharkiv melaporkan korban tewas terdiri dari seorang ayah berusia 34 tahun dan tiga anaknya dua anak laki-laki kembar berusia dua tahun serta adik perempuan mereka yang baru berusia satu tahun.

Satu-satunya penyintas adalah sang ibu yang tengah hamil 35 minggu. Petugas penyelamat berhasil mengevakuasinya dalam kondisi kritis dengan luka ledakan, cedera otak traumatis, serta luka bakar serius.

"Kita telah kehilangan hal yang paling berharga masa depan kita," ujar Wali Kota Bohodukhiv, Volodymyr Bielyi, melalui pernyataan resmi di Facebook. 

Ia menetapkan masa berkabung selama tiga hari bagi kota yang terletak 22 kilometer dari perbatasan Rusia tersebut.

Eskalasi Serangan Infrastruktur

Selain tragedi di Kharkiv, serangan terpisah di wilayah Sumy menewaskan dua orang lainnya. Zelenskyy menyebutkan bahwa Rusia meluncurkan sedikitnya 129 drone jarak jauh sejak Selasa malam, menyasar berbagai fasilitas sipil termasuk rumah sakit di Zaporizhzhia dan depo kereta api di Konotop.

Wakil Perdana Menteri Ukraina, Dmytro Kuleba, menyatakan melalui Telegram bahwa infrastruktur logistik di wilayah Dnipropetrovsk juga mengalami kerusakan berat. Menurutnya, ini adalah bukti nyata bahwa Rusia terus menargetkan titik-titik vital logistik sipil.

Zelenskyy menegaskan bahwa intensitas serangan ini menunjukkan keengganan Rusia untuk menghentikan agresi melalui jalur diplomasi.

"Setiap serangan seperti ini merusak kepercayaan pada segala upaya diplomatik. Hal ini membuktikan bahwa hanya tekanan kuat pada Rusia dan jaminan keamanan yang jelas bagi Ukraina yang mampu menghentikan pembunuhan ini," tegas Zelenskyy.

Balasan di Wilayah Perbatasan

Di sisi lain, Staf Umum Ukraina melaporkan bahwa pasukan mereka telah meluncurkan serangan balasan terhadap sembilan titik konsentrasi personel Rusia, termasuk pusat kendali drone dan sistem artileri.

Sementara itu, pihak berwenang Rusia mengklaim telah menjatuhkan 108 drone Ukraina di wilayahnya. Gubernur Volgograd, Andrei Bocharov, melaporkan sebuah pabrik industri mengalami kebakaran akibat jatuhnya fragmen drone, sementara sebuah bangunan apartemen dilaporkan mengalami kerusakan ringan.

Hingga saat ini, kondisi ibu yang selamat di Kharkiv dilaporkan masih dalam pengawasan medis ketat, berjuang melewati masa kritis di rumah sakit setempat.

Editor: Redaktur TVRINews

Komentar
1000 Karakter tersisa
Kirim
Komentar

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Magang Kemenkeu Periode 1 2026 Dibuka, Simak Syarat, Formasi, Cara Daftar, dan Jadwalnya
• 4 jam lalumedcom.id
thumb
Cara Merawat Furniture Kayu Selama Musim Hujan
• 12 jam lalubeautynesia.id
thumb
Rincian Diskon Tarif Transportasi Mudik Lebaran 2026, Kereta Api hingga Pesawat
• 20 jam lalukumparan.com
thumb
Jaringan Liquid Zombie Etomidate Berkedok Rokok Elektrik Terbongkar di Jakarta
• 16 jam laludetik.com
thumb
Bologna vs Lazio Berebut Tiket Terakhir Semifinal Coppa Italia, Live di ANTV
• 14 jam laluviva.co.id
Berhasil disimpan.