Menyambut Ramadan hingga Lebaran 2026, cara memandang perawatan kulit mulai bergeser. Tak lagi hanya mengejar hasil instan, banyak orang kini lebih memperhatikan bagaimana kulit dirawat selama prosesnya, terutama saat puasa membawa perubahan besar pada metabolisme tubuh, pola makan, hidrasi, hingga kualitas tidur.
Perubahan ini sering berdampak langsung pada kondisi kulit, mulai dari terasa lebih kering, sensitif, mudah kusam, bahkan tampak lelah. Situasi inilah yang mendorong tren kecantikan Ramadan–Lebaran 2026 bergerak ke arah pendekatan yang lebih berkesadaran, personal, dan berorientasi jangka panjang.
Pergeseran ini juga tercermin dalam laporan konsumen global dari Euromonitor International, yang mencatat bahwa 52% konsumen kini memilih produk dan perawatan yang mendukung kesehatan kulit jangka panjang dibanding hasil cepat sesaat
Tahun ini, tren perawatan tak lagi sekadar soal glowing instan menjelang Lebaran. Fokus utama justru pada memperkuat kondisi kulit dari lapisan terdalam agar tetap sehat meski tubuh mengalami perubahan selama puasa.
Beauty, tahu gak, ada tiga pendekatan utama mendominasi tren kecantikan Ramadan–Lebaran 2026, mulai dari regenerasi biologis kulit, hidrasi mendalam dan penguatan skin barrier, serta teknologi berbasis energi yang lembut dan minim downtime.
Selama puasa, proses regenerasi sel kulit cenderung melambat. Hal ini membuat banyak orang mulai melirik perawatan berbasis DNA dan Polynucleotide (PN) yang membantu mempercepat pemulihan kulit secara alami.
Pendekatan ini bekerja dengan memperbaiki kualitas kulit dari dalam, bukan sekadar menutupi masalah di permukaan. Hasilnya dikenal lebih stabil, kulit tampak lebih segar, kenyal, dan sehat dalam jangka panjang, cocok untuk kondisi kulit yang terlihat lelah selama Ramadan.
Tren berikutnya adalah meningkatnya minat terhadap perawatan yang menekankan hasil progresif dan alami. Collagen stimulator bekerja dengan merangsang produksi kolagen alami kulit secara perlahan.
Alih-alih perubahan drastis instan, pendekatan ini fokus pada perbaikan tekstur kulit, tampilan pori, dan kekencangan secara bertahap. Hasilnya terlihat lebih natural, kulit tampak sehat, segar, dan awet muda tanpa kesan “habis treatment berat”.
Perubahan pola makan dan minum selama puasa membuat hidrasi kulit menjadi perhatian utama. Tak heran jika perawatan berbasis medical-grade Hyaluronic Acid semakin diminati untuk menjaga kelembapan kulit tetap optimal.
Di sisi lain, teknologi energy-based treatment dengan downtime minimal juga menjadi favorit menjelang Lebaran. Perawatan jenis ini membantu mencerahkan, menenangkan kulit, sekaligus memberikan efek lifting ringan tanpa perlu waktu pemulihan panjang, cocok bagi mereka yang ingin tampil segar di hari raya tanpa mengganggu aktivitas.
Secara keseluruhan, tren kecantikan Ramadan–Lebaran 2026 mencerminkan perubahan pola pikir, dari sekadar tampil cantik cepat menuju perawatan kulit yang lebih sadar, berkelanjutan, dan disesuaikan dengan kondisi tubuh selama puasa.
Sebagai gambaran, perawatan kecantikan medis yang diminati tahun ini berkisar antara Rp3 juta hingga Rp8 juta per sesi, tergantung teknologi dan kebutuhan kulit. Menjelang Ramadan dan Lebaran, banyak klinik menghadirkan paket bundling dengan potongan hingga 60%.
Salah satu yang menghadirkan program terkurasi sesuai kondisi kulit adalah ZAP Clinic melalui program Cantik Saat Lebaran (CSL) 2026, yang dirancang untuk membantu kulit tetap sehat, segar, dan natural di momen spesial.
Lebih dari sekadar tren, Ramadan Beauty 2026 menegaskan bahwa merawat kulit kini bukan lagi soal hasil instan, melainkan tentang membangun kesehatan kulit jangka panjang — agar kecantikan terasa lebih nyata, nyaman, dan berkelanjutan.





