Banjir kembali melanda wilayah Tapanuli Tengah, Sumatera Utara, pada Rabu (11/2). Laporan BPBD Sumut menyebutkan sebanyak sembilan kelurahan di tiga kecamatan terdampak.
Kepala BPBD Provinsi Sumatera Utara, Tuahta Ramajaya Saragih, mengatakan hujan mengguyur kawasan itu sejak pukul 16.00 WIB dan menyebabkan sungai di Kecamatan Sarudik, Kecamatan Tukka, Kecamatan Pandan, dan Kecamatan Barus meluap.
“Luka-luka nihil, meninggal nihil, pengungsi nihil, dan rumah terdampak belum diketahui,” kata Tuahta dalam keterangannya, Rabu (11/2).
“Wilayah terdampak bencana yaitu tiga kecamatan dengan total sembilan kelurahan,” lanjut Tuahta.
Tuahta mengatakan terdapat enam titik lokasi banjir, yaitu:
Lingkungan II, Kelurahan Pasir Bidang, Kecamatan Sarudik, dengan ketinggian air 50 cm.
Lingkungan VIII, Kelurahan Sarudik, Kecamatan Sarudik, dengan ketinggian air 1 meter.
Kelurahan Pondok Batu, Kecamatan Sarudik.
Kelurahan Lubuk Tukko dengan ketinggian air 1 meter. Di daerah ini warga perlu segera dievakuasi.
Kelurahan Hutanabolon, Kelurahan Bonalumban, dan Kelurahan Pasar Tukka, Kecamatan Tukka, dengan kondisi banjir sudah memasuki permukiman warga.
Kelurahan Padang Masiang dan Desa Kinali, Kecamatan Barus, dengan kondisi banjir sudah memasuki permukiman warga.
Tuahta menjelaskan, hingga pukul 19.55 WIB debit air masih tinggi. Sejumlah ruas jalan juga dilaporkan tergenang. BPBD kini tengah mengevakuasi warga terdampak.
“Hujan masih berlangsung dengan intensitas tinggi. Tim BPBD masih di lokasi bencana melakukan evakuasi warga,” kata Tuahta.
Menurut Bupati Tapanuli Tengah, Masinton Pasaribu, cuaca buruk menjadi penyebab banjir di wilayahnya.
“Siang tadi cuaca sangat cerah dan panas. Sore tiba-tiba mendung dan hujan sangat deras. Begitu pun di daerah hulunya, perbukitan,” kata Masinton saat dikonfirmasi, Rabu (11/2).





