Iran Unjuk Kekuatan Rudal Balistik Jelang 47 Tahun Revolusi Islam

metrotvnews.com
16 jam lalu
Cover Berita

Republik Islam Iran secara terbuka memamerkan kekuatan militernya dengan menampilkan deretan rudal balistik di jalanan ibu kota Teheran, Rabu, 11 Februari 2026 waktu setempat. Aksi unjuk kekuatan ini dilakukan menjelang puncak peringatan 47 tahun Revolusi Islam Iran yang jatuh pada Februari 2026.

Suasana di Teheran tampak semarak sekaligus tegang. Sejumlah ruas jalan protokol dipenuhi bendera kebangsaan dan ornamen dekoratif yang menyimbolkan Iran sebagai bangsa besar yang tidak gentar terhadap tekanan asing. Pameran alutsista ini digelar di tengah eskalasi ancaman dari Israel yang terus mendesak sekutunya, Amerika Serikat, untuk menindak program nuklir dan rudal balistik Teheran.

Para pejabat Israel dilaporkan terus melobi pemerintahan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, untuk memandang program rudal balistik Iran sebagai ancaman eksistensial dan meminta Washington mengambil langkah destruktif.

Menanggapi tekanan tersebut, Teheran bersikeras bahwa program rudal mereka murni untuk pertahanan dan telah sesuai dengan aturan internasional. Iran juga menegaskan bahwa aktivitas pengayaan uranium mereka masih dalam koridor Perjanjian Non-Proliferasi Nuklir (Non-Proliferation Treaty).

Pameran rudal ini juga menjadi pesan strategis menyusul konflik terbuka yang sempat terjadi pada Juni 2025 lalu. Dalam insiden tersebut, rudal balistik Iran diklaim mampu menembus pertahanan udara dan meluluhlantakkan sejumlah wilayah pendudukan Israel, termasuk Tel Aviv.

Seruan Presiden Masoud Pezeshkian

Menyongsong hari bersejarah ini, Presiden Iran, Masoud Pezeshkian, menyerukan seluruh rakyat Iran untuk turun ke jalan dan berpartisipasi dalam pawai peringatan 47 tahun Revolusi Islam.

"Tujuannya adalah untuk mengirimkan pesan yang jelas kepada dunia bahwa rakyat Iran bersatu membela tanah air, terlepas dari semua tantangan dan kesulitan yang dialami akibat sanksi hingga serangan musuh," ujar Pezeshkian.

Revolusi Islam Iran sendiri merupakan peristiwa monumental yang dimulai dengan gelombang protes massal pada tahun 1978. Gerakan rakyat ini berhasil menumbangkan rezim monarki Dinasti Pahlavi yang dipandang sebagai antek Barat, dan berujung pada berdirinya Republik Islam Iran pada tahun 1979 di bawah pimpinan Ayatollah Khomeini.

 


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Satgas PRR Percepat Pembangunan Hunian Pascabencana di Sumatera
• 20 jam lalukumparan.com
thumb
Italia Tegaskan Tidak Akan Gabung Dewan Perdamaian Gagasan Trump, Tajani Sebut Ada Halangan Konstitusional
• 3 jam lalupantau.com
thumb
ETLE Drone Patrol Presisi Korlantas Mengudara di Jakarta, Pantau Pelanggaran Gage
• 22 jam laludetik.com
thumb
Serba-serbi Korupsi Limbah Sawit Rugikan Negara Rp 14 T Dibongkar Jaksa
• 7 jam laludetik.com
thumb
Ikut Test Drive di IIMS 2026 Bisa Dapat Motor, Begini Caranya!
• 4 jam lalumedcom.id
Berhasil disimpan.