NATO Goyah, AS Sentil Eropa seperti Anak-Anak dan Harus Mandiri

cnbcindonesia.com
11 jam lalu
Cover Berita
Foto: REUTERS/Yves Herman

Jakarta, CNBC Indonesia - Amerika Serikat (AS) melontarkan kritik tajam terhadap sekutu-sekutunya di Eropa. Utusan AS untuk NATO, Matthew Whitaker, menyamakan negara-negara anggota NATO di Eropa dengan "anak-anak" yang sudah saatnya mandiri dan mengambil tanggung jawab lebih besar atas pertahanan mereka sendiri.

Meski demikian, Whitaker menegaskan Washington tetap berkomitmen pada aliansi tersebut. "Kami masih mencintai mereka. Anda masih sekutu," ujar Whitaker saat berbicara dalam presentasi laporan tahunan Konferensi Keamanan Munich (Munich Security Conference/MSC), Senin (9/2/2026) waktu setempat.

Pernyataan itu muncul di tengah sikap pemerintahan Presiden AS Donald Trump yang berulang kali menyatakan akan mengurangi komitmen terhadap keamanan Eropa. Pemerintah AS kini ingin lebih fokus pada "membela Tanah Air AS dan mencegah China".


Baca: Bukan Iran, Trump Buka-bukaan Bakal Luncurkan Serangan Darat di Sini

Dalam laporan tahunannya, MSC menilai Eropa selama puluhan tahun berkembang di bawah "payung keamanan Amerika". Namun, kondisi itu dinilai sudah berakhir.

"Selama beberapa dekade, Eropa berkembang di bawah payung keamanan Amerika yang memungkinkannya memprioritaskan integrasi dan kemakmuran daripada kekuatan keras. Era itu telah berakhir," tulis MSC, seperti dikutip RT, Rabu (11/2/2026).

Whitaker menolak kesimpulan tersebut. Ia menegaskan AS tidak berniat meninggalkan NATO. "Washington tidak mencoba untuk membubarkan NATO," katanya. Namun, AS ingin sekutu-sekutu Eropa mengambil porsi tanggung jawab yang lebih besar.

"Ketika anak-anak Anda masih kecil, mereka bergantung pada Anda. Tetapi pada akhirnya Anda berharap mereka akan mendapatkan pekerjaan. Jadi bagi saya, di situlah kita berada," ujar Whitaker.

Ia juga mengapresiasi kesepakatan negara-negara NATO untuk meningkatkan belanja militer hingga 5% pada 2024. Meski begitu, Whitaker menilai implementasinya masih lambat.

Baca: Citra Satelit Ungkap AS Siagakan Rudal Patriot Bergerak di Negara Ini

"Banyak diskusi dan sedikit tindakan," tegasnya, seraya menilai peningkatan anggaran belum sepenuhnya diterjemahkan menjadi kemampuan militer nyata.

Sebelumnya, dinamika hubungan AS dan NATO juga sempat menjadi sorotan saat Sekretaris Jenderal NATO Mark Rutte menuai kritik karena menyebut Trump sebagai "ayah" dalam KTT NATO di Den Haag.

Trump menanggapi pernyataan itu dengan santai. "Saya pikir dia menyukai saya," ujarnya, sambil bercanda bahwa ia akan "memukulnya dengan keras" jika tidak demikian.


(tfa/luc)
Saksikan video di bawah ini:
Video: Trump Kembali Warning Iran, Beri Sinyal Serangan Militer

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Menkes: RS Terdampak di Sumatera Beroperasi, Layanan Belum Optimal
• 15 jam lalutvrinews.com
thumb
IPTI Siapkan SDM Pariwisata Berstandar Internasional
• 14 jam lalumediaindonesia.com
thumb
Edukasi Pemilu, Debat Interaktif Warnai KPU Mengajar di SMK Negeri 3 Makassar
• 23 jam laluharianfajar
thumb
Indeks Integritas Parpol: Keuangan Partai Masih Kurang Transparan, Pakar Usulkan Reformasi
• 15 jam lalumediaindonesia.com
thumb
Mendagri Ungkap Progres Percepatan Pemulihan Sumatera-Aceh Pascabencana | JMP
• 16 jam lalukompas.tv
Berhasil disimpan.