Bermula dari Kepedulian, Darwin Ubah Sampah Plastik Makassar Jadi BBM

harianfajar
4 jam lalu
Cover Berita

FAJAR, MAKASSAR — Berawal dari keprihatinan terhadap tumpukan sampah plastik di lingkungan sekitar, sekelompok anak muda Makassar menggagas inovasi pengolahan limbah menjadi bahan bakar minyak (BBM). Inisiatif tersebut kini mulai menunjukkan hasil dan mendapat perhatian Pemerintah Kota Makassar.

Salah satu penggagasnya, Darwin, mengungkapkan bahwa inovasi ini lahir dari kesadaran bahwa persoalan limbah tidak cukup hanya dibahas dalam konsep, tetapi membutuhkan aksi nyata di lapangan.
“Masa depan pengelolaan limbah bukan hanya soal teknologi canggih, tetapi tentang kesadaran, kemauan, dan kreativitas masyarakat,” ujarnya.

Darwin menjelaskan, proses produksi BBM dilakukan menggunakan instalasi sederhana berbasis drum besi dengan memanfaatkan oli bekas sebagai bahan pembakar. Sampah plastik dimasak selama dua hingga tiga jam hingga menghasilkan cairan bahan bakar yang kemudian disuling.

“Sekitar 10 kilogram sampah plastik bisa menghasilkan satu liter bahan bakar. Hasil awalnya bisa menjadi solar, dan setelah penyulingan mendekati bensin setara premium,” jelasnya.

Satu liter oli bekas disebut mampu digunakan untuk proses pembakaran hingga dua jam, sehingga dinilai cukup efisien dalam operasional skala kecil.

Bahan baku plastik diperoleh dari sampah rumah tangga seperti botol bekas, plastik kresek, hingga kemasan makanan ringan. Pengumpulan dilakukan dengan meminta dari warga maupun memungut langsung di kanal dan lingkungan sekitar.

Darwin berharap inovasi tersebut dapat menjadi contoh pengelolaan sampah mandiri berbasis komunitas. Namun ia menekankan pentingnya dukungan pemerintah dalam bentuk regulasi, pendampingan teknis, dan sistem pengawasan agar proses pengolahan tetap aman bagi kesehatan dan lingkungan.

“Inovasi warga tidak boleh berjalan sendiri. Pemerintah harus hadir memastikan pengelolaan limbah berlangsung aman dan berkelanjutan,” tegasnya.

Inisiatif ini menjadi gambaran bahwa solusi atas persoalan lingkungan dapat lahir dari kepedulian warga sendiri, ketika kreativitas dan keberanian berpadu dengan semangat menjaga kota tetap bersih dan lestari.

Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, meninjau langsung lokasi pengolahan sampah plastik menjadi BBM di Jalan Labu Lorong, Kecamatan Bontoala, Rabu (11/2/2026). Kunjungan tersebut menjadi bentuk apresiasi sekaligus dukungan Pemerintah Kota Makassar terhadap kreativitas generasi muda dalam menghadirkan solusi konkret bagi persoalan sampah. (*/)


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Polri Kirim Bor Sumur Air Bersih hingga Starlink di Wilayah Bencana Sumatera
• 4 jam lalukumparan.com
thumb
Kabar Gembira, Sudah Ada Keputusan dari DPR soal Afirmasi Pengangkatan PPPK
• 11 jam lalujpnn.com
thumb
Viral Jembatan Baru di Garut Tak Tuntas Pembangunannya, Warga Ngadu ke Dedi Mulyadi, Begini Kondisinya
• 7 jam lalugrid.id
thumb
1.869 P3K Paruh Waktu Kota Baubau Resmi Terima SK Pengangkatan
• 13 jam lalutvrinews.com
thumb
Tristan Keceplosan Ungkap Momen di Ranjang, Olla Ramlan Kaget hingga Salah Tingkah
• 9 jam lalugrid.id
Berhasil disimpan.