VIVA – Selama bertahun-tahun, IQ (Intelligence Quotient) menjadi patokan utama dalam menilai kemampuan seseorang, sedangkan EQ (Emotional Quotient), mengajarkan kita untuk memahami diri sendiri dan orang lain. Tapi, di dunia yang penuh ketidakpastian, kedua indikator itu tidak lagi cukup.
Ada yang namanya AQ atau Adaptability Quotient, yang mengukur seberapa cepat kita bisa belajar, menyesuaikan diri, dan tetap efektif saat situasi berubah. Scroll untuk info lebih lanjut!
Menurut Dr. Jason Walker, AQ bisa dipelajari dan dilatih, tidak seperti IQ yang relatif stabil. "Orang dengan AQ tinggi mampu mengambil pelajaran dari pengalaman, menyesuaikan strategi, dan tetap produktif meski aturan atau kondisi berubah drastis," ujarnya, sebagaimana dikutip dari Forbes, Rabu, 11 Januari 2026.
Tanda Anda Memiliki AQ Tinggi
Orang dengan AQ tinggi biasanya memiliki ciri-ciri seperti:
1. Aktif mencari umpan balik untuk memperbaiki diri.
2. Cepat menyesuaikan strategi saat menghadapi situasi baru.
3. Tidak mudah terjebak dalam rutinitas lama.
4. Tetap tenang dan efektif meski aturan berubah atau tekanan meningkat.
Cara Melatih AQ dalam Kehidupan Sehari-hari
Berita baiknya, AQ bukan bawaan lahir. Ada banyak cara untuk melatihnya, di antaranya:
1. Keluar dari zona nyaman: Coba proyek baru di kantor, atau hobi baru di luar rutinitas.
2. Refleksi harian: Catat apa yang berhasil dan tidak, lalu pikirkan cara memperbaikinya.
3. Belajar dari orang lain: Ikuti mentor, teman, atau komunitas yang punya pengalaman berbeda.
4. Manajemen stres: Teknik meditasi atau olahraga membantu tetap tenang saat menghadapi perubahan.
Intinya, IQ mungkin membuka peluang awal, EQ membantu membangun hubungan, tapi AQ menentukan siapa yang bisa terus maju di dunia yang berubah dengan cepat. Memiliki AQ yang baik juga berarti mampu menyesuaikan diri, tetap produktif, dan menikmati proses belajar tanpa panik saat hidup menghadirkan tantangan baru.





