Penulis: Masrul Fajrin
TVRINews, Surabaya
Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa menekankan pentingnya integrasi seluruh matra Tentara Nasional Indonesia (TNI) dan Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) dalam menjaga stabilitas nasional, termasuk mendukung ketahanan pangan strategis.
"Forum seperti ini sangat strategis karena di dalamnya ada integrasi Angkatan Darat, Angkatan Laut, Angkatan Udara, Kepolisian, bahkan peserta dari luar negeri. Sinergi, kolaborasi pengintegrasian dari seluruh kekuatan matra menjadi kunci menjaga Indonesia lahir dan batin," kata Khofifah saat menjadi pembicara kunci pada Sarasehan Perwira Siswa (Pasis) Sekolah Staf dan Komando Angkatan Udara (Seskoau) Angkatan ke-64 Tahun Pelajaran 2026 di Surabaya, Selasa, 10 Februari 2026.
Sarasehan bertema "Semangat Kejuangan Para Pahlawan Menjadi Sumber Inspirasi bagi TNI Angkatan Udara (TNI AU) dalam Menghadapi Tuntutan dan Kompleksitas Era Perang Modern" itu dihadiri Wakil Komandan Seskoau Marsekal Muda TNI Irwan Pramuda, Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Timur Adhy Karyono, serta jajaran kepala organisasi perangkat daerah Pemprov Jatim.
Menurut Khofifah kolaborasi itu turut mengantarkan Jawa Timur sebagai pusat gravitasi ketahanan pangan nasional yang kini bergerak menuju kedaulatan pangan, seperti sektor pangan yakni padi, jagung, sapi potong, sapi perah dan ternak ayam tercatat tertinggi di Jawa Timur.
Khofifah menambahkan stabilitas keamanan merupakan faktor penting bagi keberlanjutan pembangunan dan masuknya investasi.
"Sekarang ini TNI membantu banyak hal bidang ketahanan pangan. Misalnya, padi itu Angkatan Darat, kalau jagung itu Kepolisian, Angkatan Laut dan Udara banyak di kedelai," tegas Khofifah
Menurut Khofifah, kolaborasi itu turut mengantarkan Jawa Timur sebagai pusat gravitasi ketahanan pangan nasional yang kini telah bergerak menuju kedaulatan pangan.
"Alhamdulillah, Jatim ini sudah bukan ketahanan pangan, tetapi sudah masuk ke kedaulatan pangan. Sektor pangan mulai padi, jagung, sapi potong, sapi perah, ternak ayam, kita cari telur juga tertinggi Jawa Timur," ujarnya.
Ia menambahkan stabilitas keamanan menjadi faktor penting bagi keberlanjutan pembangunan dan masuknya investasi, mengingat peran strategis Jawa Timur sebagai Gerbang Baru Nusantara.
Sementara itu, Wakil Komandan Seskoau Marsda TNI Irwan Pramuda mengatakan Sarasehan Pasis Seskoau Angkatan 64 bertujuan memperdalam nilai kejuangan sebagai bekal kepemimpinan strategis menghadapi tantangan masa depan.
"Hari ini kami membawa 100 perwira siswa untuk melaksanakan sarasehan kepemimpinan kejuangan di wilayah Surabaya. Kami bangga dan berbahagia Ibu Gubernur berkenan memberikan pembekalan semangat bagi para siswa," tutur Irwan.
Ia berharap para pasis yang diproyeksikan menjadi perwira tinggi TNI dan Polri mampu menginternalisasi nilai kejuangan sebagai jati diri bangsa.
Editor: Redaktur TVRINews





