Bisnis.com, SAMARINDA BALIKPAPAN — Transaksi kartu ATM/Debit di Kalimantan Timur mencatatkan akselerasi pertumbuhan pada kuartal III/2025.
Menurut data yang dihimpun Kantor Perwakilan Bank Indonesia Kaltim, nominal transaksi mencapai Rp40,17 triliun dengan pertumbuhan 3,99% secara tahunan (year-on-year/yoy), atau naik signifikan dari periode sebelumnya yang hanya 2,18% (yoy).
"Sementara dari sisi volume, transaksi kartu ATM/Debit mengalami pertumbuhan sebesar 3,54% (yoy), atau lebih tinggi dibandingkan dengan triwulan II 2025 yang tumbuh 3,26% (yoy)," dikutip dari Laporan Perekonomian Provinsi Kalimantan Timur, Rabu (11/2/2026).
Secara spasial, Kota Samarinda dan Balikpapan menjadi lokomotif utama pertumbuhan transaksi non-tunai tersebut. Berdasarkan nilai nominal, Samarinda menguasai porsi terbesar 26%, diikuti Balikpapan 25%, Kabupaten Kutai Kartanegara 11%, dan Kutai Timur 12%.
Namun, peta persaingan sedikit bergeser dari sisi volume transaksi. Balikpapan dan Samarinda berbagi porsi identik 29% yang menunjukkan intensitas penggunaan kartu yang hampir setara.
Kutai Kartanegara menempati posisi ketiga dengan 10%, disusul Kutai Timur 9%, dan Kota Bontang 6%.
Baca Juga
- Masyarakat Doyan Belanja, Transaksi QRIS Sumsel Tembus Rp3,4 Triliun pada 2025
- BI Targetkan QRIS Bisa Dipakai di China dan Korsel Sebelum April 2026
- WEF 2026: Menkomdigi Ungkap Peran QRIS dan Ekosistem Ekonomi Digital Asean
Fenomena ini mengindikasikan bahwa meskipun nilai transaksi per individu di Samarinda relatif lebih tinggi, frekuensi penggunaan kartu di Balikpapan justru lebih intensif.
Di sisi lain, transaksi uang elektronik (UE) memperlihatkan dinamika yang berbeda. Nominal transaksi UE kuartal III/2025 mencapai Rp2,11 triliun atau tumbuh 1,91% (yoy), meski mengalami perlambatan dibandingkan kuartal sebelumnya yang mencatat pertumbuhan 8,74% (yoy).
Volume transaksi UE justru menunjukkan ekspansi yang lebih matang dengan 22,3 juta transaksi, atau tumbuh 23,6% (yoy).
Meski angka ini melambat dari periode sebelumnya (27,9% yoy), pertumbuhan volume yang jauh melampaui pertumbuhan nominal mengisyaratkan bahwa UE kian populer untuk transaksi bernilai kecil sehari-hari.
Menariknya, jumlah akun UE melejit 141,2% (yoy) menjadi 11,32 juta akun, atau hampir dua kali lipat pertumbuhan kuartal II/2025 yang tercatat 72,9% (yoy).
Tak pelak, angka ini mencerminkan adopsi masif masyarakat Kaltim terhadap instrumen pembayaran digital, dimana jumlah akun UE kuartal III/2025 tercatat 11,32 juta akun atau lebih tinggi dibandingkan dengan kuarta II/2025 yang hanya tercatat 7,48 juta akun.
Adapun, pertumbuhan transaksi dan akun UE sejalan dengan penetrasi pembayaran non-tunai di sektor ritel yang mencakup pusat perbelanjaan, sistem transportasi, hingga jalan tol di wilayah Kaltim.





