Jakarta: Industri makanan ringan di Indonesia terus menunjukkan pertumbuhan yang stabil. Memasuki 2026, camilan bukan lagi sekadar pengganjal lapar, tapi sudah menjadi bagian dari keseharian dan gaya hidup masyarakat. Permintaan terhadap produk praktis, enak, dan bernilai gizi semakin meningkat.
Berdasarkan data Gabungan Pengusaha Makanan dan Minuman Indonesia (GAPMMI), industri makanan dan minuman nasional tumbuh sekitar 6,49 persen hingga kuartal III 2025, lebih tinggi dibandingkan tahun sebelumnya yang berada di kisaran 5,0 persen.
Sejalan dengan itu, pasar makanan ringan diperkirakan terus berkembang dalam beberapa tahun ke depan, didorong oleh pertumbuhan kelas menengah dan kebiasaan konsumsi camilan dalam porsi kecil namun lebih sering.
Di tengah kondisi ekonomi yang belum sepenuhnya pulih, produsen camilan PT Dua Kelinci tetap optimistis menatap pertumbuhan bisnis pada 2026. Brand camilan yang sudah eksis 40 tahun ini, menargetkan penjualan tumbuh 15 persen sampai 20 persen.
Marketing Deputy Director PT Dua Kelinci Emmanuel Dean mengakui industri Fast-Moving Consumer Goods (FMCG) tahun lalu masih bertumbuh, namun tidak setinggi ekspektasi.
"Kalau secara ekonomi tahun lalu, FMCG memang ada pertumbuhan namun tak sedahsyat yang kita harapkan. Tapi memang ekonomi juga lagi not as good dari tahun-tahun sebelumnya," ucap Emmanuel dalam peluncuran kemasan baru kacang Dua Kelinci di Jakarta, dikutip dari keterangan tertulis, Rabu, 11 Februari 2026.
Baca juga: Jamu Indonesia Bersiap Menembus Pasar Global dengan Standar Internasional
(Ilustrasi. Foto: Freepik)
Perkuat fondasi bisnis Berdasarkan data Gabungan Pengusaha Makanan dan Minuman Indonesia (GAPMMI), industri makanan dan minuman nasional tumbuh sekitar 6,49 persen hingga kuartal III 2025, lebih tinggi dibandingkan tahun sebelumnya yang berada di kisaran 5,0 persen.
Sejalan dengan itu, pasar makanan ringan diperkirakan terus berkembang dalam beberapa tahun ke depan, didorong oleh pertumbuhan kelas menengah dan kebiasaan konsumsi camilan dalam porsi kecil namun lebih sering.
Di tengah kondisi ekonomi yang belum sepenuhnya pulih, produsen camilan PT Dua Kelinci tetap optimistis menatap pertumbuhan bisnis pada 2026. Brand camilan yang sudah eksis 40 tahun ini, menargetkan penjualan tumbuh 15 persen sampai 20 persen.
Marketing Deputy Director PT Dua Kelinci Emmanuel Dean mengakui industri Fast-Moving Consumer Goods (FMCG) tahun lalu masih bertumbuh, namun tidak setinggi ekspektasi.
"Kalau secara ekonomi tahun lalu, FMCG memang ada pertumbuhan namun tak sedahsyat yang kita harapkan. Tapi memang ekonomi juga lagi not as good dari tahun-tahun sebelumnya," ucap Emmanuel dalam peluncuran kemasan baru kacang Dua Kelinci di Jakarta, dikutip dari keterangan tertulis, Rabu, 11 Februari 2026.
Baca juga: Jamu Indonesia Bersiap Menembus Pasar Global dengan Standar Internasional
(Ilustrasi. Foto: Freepik)
Memasuki awal Januari, kata Emmanuel, bisnis FMCG mulai menunjukkan pertumbuhan bisnisnya. Momen ini diharapkan akan terus berlanjut hingga akhir 2026.
"Kita juga lihat di Januari 2026 (pertumbuhan penjualan) membaik juga. Jadi moga-moga ini uptrend untuk 2026. kita targetnya standar semua FMCG, biasanya growth sekitar 15-20 persen," jelas dia.
Menurut Emmanuel, perseroan akan menjadikan tahun ini sebagai momen untuk melakukan pembenahan internal dalam memperkuat fondasi bisnis.
"Jadi saat ini kita fokus ke fondasi bisnis. Kita memperkuat, ini kesempatan bagus untuk rework, reformulasi, ganti-ganti apa yang kita akan ganti dan kita juga lagi fokus ke konsumen," papar dia.



