JAKARTA, KOMPAS.TV - Politisi PKB Syaiful Huda menegaskan dukungan partainya kepada Presiden Prabowo Subianto bukanlah manuver politik, melainkan sikap objektif untuk memastikan pemerintahan berjalan efektif dan produktif hingga tuntas.
Menurut Huda, sejak awal terdapat komunikasi dan diskusi antara PKB dan Prabowo terkait basis konstituen. Ia menyebut PKB sebagai partai nasionalis-religius dengan ceruk pemilih yang saling melengkapi dengan Gerindra.
PKB juga menekankan komitmen pada agenda ekonomi konstitusi sebagai alasan dukungan penuh dua periode.
Sementara itu, Wakil Ketua Umum PAN Viva Yoga menanggapi isu “coattail effect” atau efek ekor jas secara lebih hati-hati. Ia menilai kehadiran kader sebagai calon presiden atau wakil presiden tidak otomatis mendongkrak suara partai.
Viva mencontohkan, pada Pemilu 2024 PAN tetap menambah kursi DPR meski tidak memiliki kader dalam pasangan capres-cawapres.
Di sisi lain, PSI justru menegaskan masih menempatkan Presiden ke-7 Joko Widodo sebagai figur sentral elektoral. Juru Bicara PSI Dedek Prayudi menyebut tingkat kepuasan publik terhadap Jokowi tetap tinggi, bahkan setelah tidak lagi menjabat.
“Artinya apa? Telunjuk Pak Jokowi itu masih sakti,” kata Dedek.
Selengkapnya saksikan di sini: https://youtu.be/nB5WcxkAG1I
#prabowo #gibran #parpol
Sahabat KompasTV, Mulai 1 Februari 2026 KompasTV pindah channel. Dapatkan selalu berita dan informasi terupdate KompasTV, di televisi Anda di Channel 11 pada perangkat TV Digital atau Set Top Box. Satu Langkah Lebih Dekat, Satu Langkah Makin Terpercaya!
Penulis : Elisabeth-Widya-Suharini
Sumber : Kompas TV
- pkb
- psi
- jokowi
- prabowo
- gibran





