VIVA – Selama ini sering terjadi perdebatan di jagat media sosial mengenai status Timnas Futsal Indonesia. Banyak netizen yang seolah memisahkan prestasi futsal dengan peran federasi. Menanggapi hal tersebut, Anggota Komite Eksekutif (Exco) PSSI, Arya Sinulingga, akhirnya buka suara dengan pernyataan menohok.
Arya menegaskan bahwa tidak ada dikotomi antara sepakbola dan futsal. Segala operasional, kesuksesan, hingga beban yang muncul dari cabang futsal merupakan tanggung jawab penuh PSSI sebagai induk organisasi tertinggi.
“Supaya netizen banyak yang mengerti ya kalau futsal itu di bawah PSSI. Pembiayaan juga kita yang tanggung. Futsal kemarin di Piala Asia itu besar yang kita biayai,” ujar Arya dikutip Antara.
Pernyataan Arya ini bukan tanpa alasan. Ia ingin meluruskan persepsi publik bahwa PSSI tidak 'tutup mata' terhadap perkembangan futsal. Sebaliknya, anggaran yang digelontorkan untuk keberangkatan dan operasional Timnas Futsal di kancah internasional, seperti Piala Asia kemarin, menyedot dana yang tidak sedikit.
- Instagram/timnasfutsal
Bahkan, ketika muncul persoalan administratif atau sanksi disiplin dari AFC terkait penyelenggaraan pertandingan futsal, PSSI yang maju sebagai garda terdepan untuk bertanggung jawab tanpa banyak alasan. Hal ini dilakukan demi menjaga stabilitas dan reputasi futsal Indonesia di mata Asia.
Selain meluruskan status futsal, PSSI juga tengah disibukkan dengan persiapan Timnas Senior menjelang agenda FIFA Series di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK).
Eksistensi PSSI dalam mengelola seluruh level tim nasional kini berada di bawah supervisi ketat pelatih John Herdman. Arya menyebutkan bahwa pelatih asal Inggris tersebut sedang melakukan pemantauan intensif, baik di liga domestik maupun memantau pemain yang berkarier di luar negeri (abroad).
"Pelatih sudah muter-muter, mengunjungi klub-klub, mantau Super League, yang di luar juga sudah mulai dipantau. Kita tunggu nanti setelah dia selesai keliling, pasti ada masukan ke kita," jelas Arya.
Agenda Padat 2026: PSSI Atur StrategiTahun 2026 menjadi tahun yang sangat sibuk bagi federasi. Selain mengurus transisi dan pembiayaan futsal, PSSI juga harus membagi fokus untuk Piala AFF, kualifikasi kelompok umur, hingga FIFA Matchday.





