Jakarta, VIVA – Ketua Komisi III DPR RI, Habiburokhman angkat bicara soal kasus seorang pria bernama Darwin yang dianiaya oleh tetangganya sendiri usai mempersoalkan suara drum.
Dia pun mendesak Kapolres Jakarta Barat, Kombes Pol Twedi Aditya Bennyahdi untuk menindak tegas pelaku penganiayaan tersebut.
"Saya minta kepada saudara Kapolres Jakarta Barat untuk menindak tegas pelakunya," kata Habiburokhman dalam keterangannya, Kamis, 12 Februari 2026.
Habiburokhman menilai, terduga pelaku telah bertindak arogan. Dia menegaskan, tak boleh ada toleransi atas tindakan tersebut.
"Jangan ada toleransi adanya pihak-pihak yang bersikap arogan, melakukan tindak pidana seenaknya, dan mengintimidasi orang lain," tutur dia.
"Kita berempati pada Pak Darwin. Kita minta keadilan untuk Pak Darwin, pelakunya agar ditindak tegas," sambubgnya.
Sebelumnya diberitakan, niat menegur demi ketenangan lingkungan justru berujung petaka.
Seorang pria di kawasan Cengkareng, Jakarta Barat, menjadi korban dugaan penganiayaan oleh tetangganya sendiri setelah mempersoalkan suara drum yang dimainkan berjam-jam.
- VIVA.co.id/B.S. Putra (Medan)
Akibat kejadian tersebut, korban mengalami sejumlah luka dan melaporkan dugaan penganiayaan ini ke Polres Metro Jakarta Barat. Laporan tersebut tercatat dengan nomor LP/B/359/II/2026/SPKT Polres Metro Jakarta Barat tertanggal 7 Februari 2026, dengan sangkaan Pasal 262 KUHP.
Polda Metro Jaya memastikan laporan tersebut telah diterima dan kini dalam proses penanganan. Penyidik Satreskrim Polres Metro Jakarta Barat tengah mendalami kasus dugaan penganiayaan tersebut.
“Saat ini korban sudah membuat laporan ke Polrestro Jakbar dan dalam penanganan oleh Sat Reskrim Jakbar,” tutur Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Metro Jaya, Komisaris Besar Polisi Budi Hermanto kepada wartawan, Senin, 9 Februari 2026.
Usut punya usut, peristiwa tersebut terjadi setelah korban menegur pelaku yang disebut kerap bermain drum sejak siang hingga malam hari. Suara bising itu telah lama dikeluhkan warga sekitar karena dinilai mengganggu aktivitas dan waktu istirahat.
Insiden kekerasan ini terekam dalam sebuah video yang kemudian beredar luas. Dalam rekaman tersebut, korban terlihat sudah dalam kondisi terdesak dan dipukuli. Beberapa warga berusaha melerai, namun situasi justru makin memanas ketika pelaku kembali melancarkan tendangan ke arah wajah korban.





