Jakarta: PT Taspen (Persero) mengingatkan para peserta, khususnya pensiunan, untuk mewaspadai maraknya penipuan digital yang mengatasnamakan perusahaan. Sejak awal tahun, modus kejahatan seperti phishing dan pesan WhatsApp palsu disebut sering menyasar para penerima manfaat pensiun.
Corporate Secretary Taspen Henra mengatakan, pensiunan menjadi sasaran empuk pelaku kejahatan siber, karena dianggap rentan terhadap manipulasi informasi dan penyalahgunaan data pribadi.
"Sejak awal tahun cukup ramai modus penipuan melalui phishing dan pesan WhatsApp. Mereka menyasar peserta, terutama pensiunan," ujar Henra, saat melakukan kunjungan ke Redaksi Metro TV, Rabu, 10 Februari 2026.
Taspen saat ini mengelola 8.796.646 peserta, terdiri dari 5.549.907 peserta aktif dan 3.246.739 penerima pensiun yang tersebar di seluruh Indonesia. Dengan jumlah yang besar tersebut, potensi risiko penyalahgunaan data dan penipuan juga meningkat.
Baca Juga :
Cara Mudah Cairkan Dana Pensiun PNS di Taspen, Cukup Lewat OnlineManajemen Taspen saat berkunjung ke Redaksi Metro TV. Foto: Metrotvnews.com/Ada Hapsari.
Kolaborasi dengan Komdigi dan BSSN
Untuk menekan kasus tersebut, Taspen berkolaborasi dengan Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) guna melakukan pemblokiran nomor-nomor yang terindikasi melakukan penipuan. Selain itu, perusahaan juga bekerja sama dengan Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) dalam penguatan sistem keamanan digital.
"Kita berkolaborasi dengan Komdigi untuk nomor-nomor (penipuan) tersebut di blok. Kami bekerja sama dengan BSSN juga. Kita buat tagline tahan, pastikan, laporkan," ungkap Henra.
Taspen juga menggencarkan edukasi kepada peserta melalui kampanye bertajuk “Tahan, Pastikan, Laporkan”. Melalui kampanye ini, peserta diimbau untuk menahan diri sebelum merespons pesan mencurigakan, memastikan kebenaran informasi melalui kanal resmi, serta melaporkan dugaan penipuan kepada pihak berwenang.
Di sisi lain, Taspen terus memperkuat sistem layanan digitalnya, termasuk melalui aplikasi dan layanan klaim otomatis untuk meminimalkan interaksi yang berpotensi dimanfaatkan pelaku kejahatan.
Perusahaan menegaskan tidak pernah meminta data pribadi, kode OTP, maupun informasi perbankan melalui pesan pribadi atau sambungan telepon tidak resmi. Peserta diminta hanya mengakses layanan melalui kanal resmi Taspen dan mitra bayar yang telah ditunjuk.
Taspen berharap upaya kolaboratif tersebut dapat meningkatkan perlindungan bagi jutaan peserta serta menjaga kepercayaan publik terhadap layanan dana pensiun negara.




