Jakarta: Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi mengatakan gedung Majelis Ulama Indonesia (MUI) yang baru akan dibangun di lahan bekas Kedutaan Inggris, atau berada di kawasan Bundaran Hotel Indonesia (HI) di Jalan M.H. Thamrin, Jakarta Pusat. Hal itu sejalan dengan pernyataan Presiden Prabowo Subianto yang sebelumnya menyatakan telah menyiapkan lahan seluas 4.000 meter persegi di kawasan Bundaran HI.
"Tanahnya (bekas Kedutaan Inggris)," kata Prasetyo di Stasiun Gambir, Jakarta Pusat, dilansir dari Antara, Selasa, 10 Februari 2026.
Baca Juga :
Mensesneg Jelaskan Alasan Bentuk BUMN Baru Kelola Tambang dan Sawit SitaanKetika ditanya kembali soal pembangunan gedung itu dari nol, Prasetyo membenarkan. "Ya (pembangunan dari nol)," kata Prasetyo.
Meski tidak ingin merinci, Prasetyo menjelaskan bahwa anggaran pembangunan gedung MUI dapat diambil dari pos anggaran Kementerian Agama (Kemenag), maupun dari pos lainnya. "Itu kan masalah cara menyalurkan Bisa lewat kemenag, bisa tidak lewat Kemenag," kata Prasetyo.
Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto menyampaikan langsung rencana besar ini saat pengukuhan pengurus MUI periode 2025–2030 di Masjid Istiqlal. Presiden menyebut gedung setinggi 40 lantai tersebut nantinya tidak hanya diperuntukkan bagi MUI, tetapi juga Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) dan berbagai organisasi kemasyarakatan Islam lainnya.
Presiden Prabowo Subianto. Foto: Metrotvnews.com/Fachri Audhia Hafiez.
"Saya bisa sampaikan bahwa saya sebagai Presiden Republik Indonesia, saya telah menyediakan lahan di depan Bundaran HI sebesar kurang lebih 4.000 meter untuk gedung bagi MUI dan bagi badan-badan umat Islam," kata Prabowo, Sabtu, 7 Februari 2026.
Langkah ini diambil setelah adanya aspirasi dari Menteri Agama Nasaruddin Umar mengenai kantor MUI saat ini yang dirasa belum memadai. Kepala Negara berharap, dengan kehadiran gedung megah di Jalan M.H. Thamrin tersebut, koordinasi antarlembaga keislaman dapat berjalan lebih optimal.
"Saya pun maaf. Tidak tahu persis di mana kantor MUI. Tapi nanti kantor institusi-institusi Islam akan berada di jantungnya Ibu Kota Jakarta ini," kata Prabowo.



