Perusahaan maskapai Smart Aviation berduka atas meninggalnya dua pilot mereka dalam insiden penembakan di Bandara Korowai Batu, Distrik Yaniruma, Kabupaten Boven Digoel, Rabu (11/2). Pesawat PK-SNR rute Tanah Merah-Danowage/Korowai Batu itu ditembaki orang tidak dikenal.
Korban yakni Egon Erawan dan Baskoro Adi sempat melarikan diri ke hutan saat pesawatnya ditembaki. Namun mereka tertangkap oleh pelaku dan ditembak di tempat. Keduanya tewas.
"Hari ini langit terasa berbeda. Kami kehilangan dua sosok terbaik — pilot, guru, dan keluarga," demikian keterangan Smart Aviation dikutip dari akun Instagram mereka, @smart.cakrawala.aviation, Kamis (12/2).
"Smart Aviation turut berduka cita sedalam-dalamnya," tambahnya.
Dalam gambar yang dibagikan, Smart Aviation juga turut mendoakan korban dan keluarga yang ditinggalkan.
"Selamat jalan. Terima kasih atas pengabdian yang luar biasa selama ini di Smart Aviation. Kalian terbang tinggi membawa harapan akan kesejahteraan masyarakat Indonesia. Semoga diberikan kekuatan kepada keluarga yang ditinggalkan," tuturnya.
Sebelumnya Kasatgas Humas Operasi Damai Cartenz Kombes Pol Yusuf Sutejo mengungkap telah mengamankan jenazah Egon dan Baskoro. Mereka akan segera dievakuasi ke Tanah Merah.
"Jenazah pilot saat ini sementara diamankan di bandara Koroway besok pagi baru rencana di evakuasi ke Tanah Merah," kata Yusuf.
Yusuf juga mengkonfirmasi keadaan penumpang pesawat tersebut. Ia bilang seluruh penumpang pesawat jenis Cessna Caravan itu selamat. Meski ia tidak memastikan detail kondisi para penumpang tersebut.
"Untuk penumpang yang lainnya info dari anggota di lapangan selamat," kata Yusuf.
Pesawat Smart Aviation ini ditembak orang tak dikenal (OTK) sekitar pukul 11.30 WIT. Setelah tembakan itu, Egon dan Baskoro serta penumpang lari ke hutan.
Para penumpang selamat, namun Egon dan Baskoro tak bisa menghindari maut. Mereka berdua tewas tertembak.
Sementara pesawat juga mengalami kerusakan, di sisi kanan jendela pecah dan ada kebocoran tangki avtur.





