Bisnis.com, JAKARTA —Perusahaan agen perjalanan, Coco’s Tour Indonesia, berenca membuka rute penerbangan internasional Guangzhou–Palu dalam rangka meningkatkan kunjungan wisatawan mancanegara ke Sulawesi Tengah.
Jalur ini diharapkan memperkuat akses langsung dari pasar China yang cukup besar di Indonesia.
Direktur Coco’s Tour Indonesia, Lentono, mengatakan bahwa konektivitas udara merupakan salah satu elemen krusial dalam meningkatkan pergerakan wisatawan, baik mancanegara maupun nusantara.
Dia menyebut meskipun saat ini sejumlah bandara di berbagai daerah telah berstatus internasional, belum banyak yang benar-benar melayani penerbangan langsung dari dan ke luar negeri.
Padahal, keberadaan rute langsung memiliki peran strategis karena dapat menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan asing untuk berkunjung, terutama karena waktu tempuh perjalanan menjadi lebih singkat dan efisien.
"Namun, perjuangan membuka regular direct flight dari luar negeri ke Indonesia dan sebaliknya adalah perjuangan yang cukup berat dan membutuhkan waktu lama," katanya di kantor Kementerian Pariwisata, Jakarta, Rabu, (11/2/2026)
Baca Juga
- 2 Pesawat Tempur TNI AU Uji Coba Landasan Pacu di Tol Trans Sumatra
- Gencarkan Inovasi, Defend ID Bidik Komersialisasi Pesawat N219 hingga Maung
- Daftar Diskon Tiket Transportasi Lebaran 2026: Ada Pesawat, Kereta, Kapal
Oleh karena itu, pihaknya mengambil inisiatif membuka sejumlah rute baru, baik penerbangan domestik maupun internasional. Salah satunya adalah rute langsung Guangzhou–Palu menuju Bandara Mutiara SIS Al-Jufrie, yang baru saja berstatus sebagai bandara internasional.
Pihaknya menilai Provinsi Sulawesi Tengah dalam beberapa tahun terakhir telah menunjukkan perkembangan signifikan, khususnya di sektor investasi dan potensi pariwisata bertaraf global.
Atas dasar tersebut, rute Guangzhou–Palu dinilai perlu direalisasikan untuk mendukung hal tersebut. Selain itu, pihaknya juga membuka rute domestik Jakarta–Luwuk untuk memperkuat konektivitas kawasan.
"Luwuk ini indah, dikelilingi destinasi wisata berkelas dunia, dikelilingi destinasi unggulan seperti Banggai, Banggai Laut, Banggai Kepulauan hingga Togean," imbuhnya.
Dengan tersedianya penerbangan langsung yang diperkirakan mulai Juni 2026 ini, pihaknya berharap agen perjalanan di China maupun negara lain dapat lebih mudah memasarkan produk destinasi Indonesia kepada calon wisatawan.
Kemudian, selain aspek konektivitas, menurutnya, penyusunan paket wisata yang berkualitas berbasis budaya, alam, dan kuliner juga menjadi hal krusial. Promosi, strategi pemasaran, dan pemetaan pasar pun dinilai sebagai faktor penentu keberhasilan untuk rencana jangka panjang.





