JAKARTA, KOMPAS.com – Dodo Siagian, penganiaya tetangga di Kapuk, Cengkareng, Jakarta Barat, membantah narasi yang menyebut dirinya mengabaikan teguran aparat setempat terkait suara bising drum yang dimainkan anaknya.
Ia mengklaim tidak pernah menerima teguran resmi dari pengurus Rukun Tetangga (RT) maupun Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP).
Hal ini disampaikan Dodo untuk merespons pengakuan korban, Darwin (32), yang sebelumnya menyebut telah melapor berkali-kali ke pihak RT dan Satpol PP sejak Agustus 2025, tetapi tidak digubris.
Baca juga: Petugas DLH Akui Sulit Bersihkan Sampah 1 Km di Pesisir Marunda, Butuh Alat Berat
"Demi Tuhan, satu pun saya belum pernah terima WA-nya apa pun, telepon apa-apa (dari RT)," ujar Dodo saat ditemui Kompas.com di Mapolres Metro Jakarta Barat, Rabu (11/2/2026).
Dodo mengaku bingung dengan bukti percakapan WhatsApp yang disebut dilampirkan sebagai bukti oleh korban.
Menurut dia, pesan atau teguran langsung dari pengurus lingkungan setempat tidak pernah sampai kepadanya.
"Makanya saya bingung, oh ini mungkin gara-garanya. Jadi Darwin itu langsung kontak ke anak-anak saya gitu loh," tambahnya.
Menurut versi Dodo, komplain pertama yang ia ketahui justru datang langsung dari Darwin dan istrinya pada November 2025.
Saat itu, Dodo menyebut tetangganya itu datang dengan penuh emosi dan melontarkan kata-kata kasar kepada anaknya.
"Nah, memang di November itu komplainnya itu dia penuh caci maki," ungkap Dodo.
Dodo menilai, ketidaktahuannya soal teguran RT mungkin menjadi pemicu Darwin langsung melabrak anaknya.
Baca juga: Viral Penumpang KRL Diduga Alami Pelecehan di Stasiun Cibinong, KAI Klarifikasi
Ia menduga ada miskomunikasi antara pihak RT, korban, dan dirinya sehingga konflik ini berujung pada insiden kekerasan fisik.
"Di situ ada katanya (chat korban ke RT) 'Memang orangnya tolol,'. Saya lihat dia bilang saya tolol gitu," tutur Dodo mengacu pada bukti chat yang beredar.
Klaim Sudah Pasang Peredam Suara
Selain membantah soal teguran, Dodo juga menyebut telah berupaya meredam kebisingan agar tak mengganggu tetangga.
Ia mengaku telah membangun studio musik tersebut sejak Januari 2025 dengan standar peredam suara yang mumpuni, di antaranya mengganti tembok biasa dengan conblock dan melapisi dinding dengan gipsum.