Jakarta (ANTARA) - Anggota Komisi VII DPR RI Hendry Munief meminta pemerintah untuk menangkap berbagai peluang yang hadir akibat pelemahan ekonomi Singapura.
Hendry tidak memungkiri kondisi pelemahan ekonomi Singapura ini menjadi berkah bagi Kota Batam. Namun ketika peluang ini tidak ditangkap dengan baik, regulasi tidak diatur dengan baik maka ini cuma akan membawa persoalan baru di dalam negeri.
"Kondisi Singapura ini harus kita lihat ini sebagai peluang. Pemerintah mempersiapkan segala sesuatu agar Indonesia menjadi alternatif terbaik bagi masyarakat dan pengusaha yang selama ini ada di Singapura." kata Hendry dalam keterangannya di Jakarta, Rabu.
Hal itu disampaikan oleh Hendry dalam Kunjungan Spesifik Komisi VII DPR RI ke Kota Batam.
Ia mengatakan ekonomi Kota Batam akhir-akhir ini menggeliat kencang, setelah adanya pelemahan ekonomi Singapura. Kondisi ini disikapi dengan baik, dianggap sebagai peluang dan tantangan.
Hendry mengatakan, Batam memiliki peran strategis sebagai kawasan perbatasan sekaligus pintu gerbang utama pariwisata internasional di wilayah barat Indonesia.
Kedekatan geografis dengan Singapura, dukungan konektivitas transportasi lintas negara, serta status sebagai Kawasan Perdagangan Bebas (Free Trade Zone) menjadikan Batam sebagai magnet utama wisatawan mancanegara, khususnya dari Singapura.
"Berdasar data BPS, kunjungan wisatawan mancanegara ke Batam menunjukkan tren peningkatan yang sangat signifikan. Pada periode Januari–Agustus 2025, total kunjungan wisman mencapai lebih dari 1 juta orang, dengan sekitar 50–65 persen di antaranya berasal dari Singapura," ujarnya.
Banyaknya tingkat kunjungan ke Batam saat ini tidak terlepas dari melemahnya ekonomi Singapura saat ini yaitu tren baru Warga Singapura pada Sabtu-Minggu berbelanja kebutuhan sehari-hari di Batam. Hal itu menurut dia disebabkan harga barang di Singapura yang sudah sangat tinggi.
"Efeknya saat ini adanya orientasi singkat, hanya satu atau dua hari, rata-rata lama tinggal wisatawan sekitar 1,86 hari. Pola ini menunjukkan karakteristik wisata singkat yang cenderung berorientasi pada aktivitas belanja (shopping tourism), bukan wisata berbasis pengalaman jangka panjang," kata Hendry.
Fakta ini menegaskan bahwa Singapura bukan hanya pasar utama, tetapi juga faktor dominan dalam dinamika ekonomi Batam. Dari sisi ekonomi, tingginya arus wisatawan ini memberikan kontribusi positif terhadap sektor perhotelan, perdagangan, dan jasa. Tingkat Penghunian Kamar (TPK) hotel pada Agustus 2025 tercatat 53,82 persen.
Fenomena pembelian barang dalam jumlah besar oleh wisatawan asing maupun perantara lintas batas, yang kerap disebut masyarakat sebagai “orang kapal” telah memicu kekhawatiran akan terganggunya distribusi barang bagi masyarakat Batam.
"Akibatnya, adanya indikasi tekanan harga barang di Batam saat ini. Memang persoalan kelangkaan bersifat spesifik, temporer, dan sangat bergantung pada komoditas tertentu, namun tetap berpotensi membesar jika tidak dikelola dengan baik. Dan kita minta pemerintah pusat tidak membiarkan ini berlarut-larut," kata Hendry.
Baca juga: Komisi VII soroti wisman Singapura-Malaysia belanja sembako di Batam
Baca juga: Anggota DPR silaturahmi ke Kabupaten Siak serap aspirasi masyarakat
Hendry tidak memungkiri kondisi pelemahan ekonomi Singapura ini menjadi berkah bagi Kota Batam. Namun ketika peluang ini tidak ditangkap dengan baik, regulasi tidak diatur dengan baik maka ini cuma akan membawa persoalan baru di dalam negeri.
"Kondisi Singapura ini harus kita lihat ini sebagai peluang. Pemerintah mempersiapkan segala sesuatu agar Indonesia menjadi alternatif terbaik bagi masyarakat dan pengusaha yang selama ini ada di Singapura." kata Hendry dalam keterangannya di Jakarta, Rabu.
Hal itu disampaikan oleh Hendry dalam Kunjungan Spesifik Komisi VII DPR RI ke Kota Batam.
Ia mengatakan ekonomi Kota Batam akhir-akhir ini menggeliat kencang, setelah adanya pelemahan ekonomi Singapura. Kondisi ini disikapi dengan baik, dianggap sebagai peluang dan tantangan.
Hendry mengatakan, Batam memiliki peran strategis sebagai kawasan perbatasan sekaligus pintu gerbang utama pariwisata internasional di wilayah barat Indonesia.
Kedekatan geografis dengan Singapura, dukungan konektivitas transportasi lintas negara, serta status sebagai Kawasan Perdagangan Bebas (Free Trade Zone) menjadikan Batam sebagai magnet utama wisatawan mancanegara, khususnya dari Singapura.
"Berdasar data BPS, kunjungan wisatawan mancanegara ke Batam menunjukkan tren peningkatan yang sangat signifikan. Pada periode Januari–Agustus 2025, total kunjungan wisman mencapai lebih dari 1 juta orang, dengan sekitar 50–65 persen di antaranya berasal dari Singapura," ujarnya.
Banyaknya tingkat kunjungan ke Batam saat ini tidak terlepas dari melemahnya ekonomi Singapura saat ini yaitu tren baru Warga Singapura pada Sabtu-Minggu berbelanja kebutuhan sehari-hari di Batam. Hal itu menurut dia disebabkan harga barang di Singapura yang sudah sangat tinggi.
"Efeknya saat ini adanya orientasi singkat, hanya satu atau dua hari, rata-rata lama tinggal wisatawan sekitar 1,86 hari. Pola ini menunjukkan karakteristik wisata singkat yang cenderung berorientasi pada aktivitas belanja (shopping tourism), bukan wisata berbasis pengalaman jangka panjang," kata Hendry.
Fakta ini menegaskan bahwa Singapura bukan hanya pasar utama, tetapi juga faktor dominan dalam dinamika ekonomi Batam. Dari sisi ekonomi, tingginya arus wisatawan ini memberikan kontribusi positif terhadap sektor perhotelan, perdagangan, dan jasa. Tingkat Penghunian Kamar (TPK) hotel pada Agustus 2025 tercatat 53,82 persen.
Fenomena pembelian barang dalam jumlah besar oleh wisatawan asing maupun perantara lintas batas, yang kerap disebut masyarakat sebagai “orang kapal” telah memicu kekhawatiran akan terganggunya distribusi barang bagi masyarakat Batam.
"Akibatnya, adanya indikasi tekanan harga barang di Batam saat ini. Memang persoalan kelangkaan bersifat spesifik, temporer, dan sangat bergantung pada komoditas tertentu, namun tetap berpotensi membesar jika tidak dikelola dengan baik. Dan kita minta pemerintah pusat tidak membiarkan ini berlarut-larut," kata Hendry.
Baca juga: Komisi VII soroti wisman Singapura-Malaysia belanja sembako di Batam
Baca juga: Anggota DPR silaturahmi ke Kabupaten Siak serap aspirasi masyarakat





