Bisnis.com, MEDAN - PT Bank Sumut menargetkan pertumbuhan aset perbankan dapat tembus Rp100 triliun di tahun 2030 dari posisi hingga Desember 2025 sebesar Rp48,6 triliun (unaudited).
Hal itu disampaikan Komisaris Utama Bank Sumut Firsal Ferial Mutyara dalam agenda pertemuan pertama antara media dengan Dewan Komisaris dan jajaran Direksi terbaru Bank Sumut, Rabu (11/2/2026).
"Sesuai arahan Gubernur agar Bank Sumut lebih fokus dan meningkatkan kinerja, kami di Dewan Komisaris dan jajaran Direksi telah menyepakati sejumlah target yang hendak dicapai di tahun 2030, yakni pertumbuhan aset hingga Rp100 triliun," ujar Firsal, Rabu (11/2/2026).
Selain itu, lanjutnya, Bank Sumut juga menargetkan return of equity meningkat menjadi 20%, return on assets 5%, dan BOPO (biaya operasional/ pendapatan operasional) di bawah 70% dalam waktu 4 (empat) tahun hingga 2030 mendatang.
Dikatakan Firsal, Gubernur Sumatra Utara Bobby Nasution meminta Bank Sumut tumbuh lebih progresif di bawah komando Direktur Utama yang baru. Hal ini penting mengingat dinamika global yang berdampak pada ekonomi, sedangkan sektor keuangan menjadi salah satu sektor utama.
Dia pun menyebut arahan dan masukan dari para pemegang saham perlu mendapat perhatian serius oleh Direksi dan Manajemen Bank Sumut.
Baca Juga
- Sah! Heru Mardiansyah Resmi jadi Dirut Bank Sumut
- Pemprov Sumut Suntik Dana Inbreng Rp280,98 Miliar untuk Bank Sumut
- Tiga Ranperda Strategis Sumut, dari Nomenklatur OPD hingga Perubahan Status Bank Sumut
"Ini menjadi target kita bersama, sehingga perlu mencari solusi dan strategi yang akan digunakan. Ini yang diamanahkan kepada kami selaku Dewan Komisaris sebagai perpanjangan tangan pemegang saham agar bisa mengeksekusi arahan tersebut bersama-sama direksi," jelas Firsal.
Sementara itu, Direktur Utama terbaru Bank Sumut Heru Mardiansyah menegaskan Bank Sumut saat ini tengah menjalankan agenda transformasi menyeluruh perusahaan sebagai langkah strategis menjawab tantangan ekonomi global dan dinamika bisnis. Hal ini dalam rangka dalam menciptakan pertumbuhan yang berkualitas dengan tetap mengedepankan prinsip kehati-hatian dan manajemen risiko yang efektif.
Heru menguraikan sejumlah agenda transformasi yang dilakukan mulai dari penyesuaian struktur organisasi, penguatan manajemen sumber daya manusia sebagai pondasi utama keberlanjutan perusahaan, hingga transformasi digital untuk ekspansi bisnis perusahaan.
“Transformasi adalah keharusan. Kami harus berani berubah agar organisasi lebih lincah, mampu bertumbuh secara sehat, dan pada akhirnya berprestasi secara berkelanjutan di tengah persaingan yang semakin ketat tanpa mengabaikan prinsip kehati-hatian yang menjadi fondasi utama industri perbankan,” ujar Heru.
Lebih jauh, Bank Sumut juga mengarahkan transformasi untuk memperkuat peran perusahaan sebagai motor penggerak perekonomian daerah serta sebagai bagian tak terpisahkan dari perekonomian nasional.
Dia menyebut Bank Sumut berkomitmen untuk terus meningkatkan kontribusi dalam mendukung pembiayaan sektor-sektor produktif, UMKM, dunia usaha, serta program-program pembangunan yang berdampak langsung pada pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat. Hal ini dengan tetap mengedepankan prinsip kehati-hatian dan manajemen risiko yang efektif.
"Bank Sumut nanti tentunya akan berperan sebagai katalis pertumbuhan dan pembangunan berkelanjutan. Setiap pembiayaan yang disalurkan kepada sektor produktif, yang selama ini lebih banyak ke konsumtif akan kami geser atau kami tambah porsinya di sektor produktif," kata Heru.
(240)
Foto: Delfi
Caption: Komisaris Utama Bank Sumut Firsal Ferial Mutyara (tengah) didampingi Direktur Kepatuhan Bank Sumut Eksir berfoto bersama Direktur Utama Bank Sumut Heru Mardiansyah seusai agenda pengenalan Direksi dan Manajemen baru Bank Sumut, Medan, Rabu (11/2/2026).
1770830078_741d204b-65fb-4b63-a96c-0ea36b186704.





