Milan (ANTARA) - Norwegia tampil gemilang dengan meraih emas di berbagai cabang olahraga dalam ajang Olimpiade Musim Dingin 2026 pada Selasa (10/2), sementara Italia memukau para penggemar tuan rumah dengan meraih medali emas dalam cabang seluncur cepat lintasan pendek (short track speed skating) nomor estafet beregu campuran (mixed team relay), salah satu nomor yang paling dinanti pada hari itu.
Kuartet Italia yang terdiri dari Elisa Confortola, Arianna Fontana, Thomas Nadalini, dan Pietro Sighel tampil tenang di babak final dan mencatatkan waktu kemenangan 2 menit 39,019 detik. Kanada finis di posisi kedua, sementara Belgia meraih perunggu.
"Kami tahu kami sedang menjalankan misi. Ini adalah rumah kami, dan kami harus melindunginya," kata Fontana, juara Olimpiade tiga kali.
Sementara China nyaris naik podium, finis di posisi keempat dengan waktu 2 menit 39,601 detik.
Tim yang terdiri dari Gong Li, Zhang Chutong, Liu Shaoang, dan Sun Long, memimpin di awal setelah pembukaan agresif oleh Zhang, tetapi kesalahan dalam pergantian memberikan kesempatan bagi Italia untuk kembali memimpin. Di beberapa putaran terakhir, China disalip oleh Kanada dan Belgia.
Italia merayakan kemenangan di atas podium setelah menjuarai nomor estafet tim campuran seluncur cepat lintasan pendek di Olimpiade Musim Dingin 2026, 10 Februari 2026. (Xinhua/Li Ming) Dominasi Norwegia pada hari itu ditandai dengan kemenangan Johannes Hoesflot Klaebo dalam cabor ski lintas alam (cross-country skiing) nomor sprint classic putra. Klaebo memimpin hampir sepanjang laga final dan melintasi garis finis dalam waktu 3 menit 39,74 detik, mengamankan medali emas keduanya di Olimpiade ini, sekaligus menambah koleksi medali Olimpiadenya menjadi tujuh emas, satu perak, dan satu perunggu.
"Saya merasa lebih rileks hari ini setelah sudah menang sekali," papar Klaebo. "Hal itu membantu saya menikmati pertandingan dan tampil sebaik mungkin."
Di cabang biathlon, debutan Olimpiade Johan-Olav Botn menampilkan performa menembak yang sempurna untuk memenangkan nomor individu 20 kilometer putra dengan waktu 51 menit 31,5 detik. Eric Perrot dari Prancis meraih perak, sementara Sturla Holm Laegreid dari Norwegia menambah perunggu bagi timnya.
Norwegia juga menduduki podium teratas dalam cabang ski gaya bebas (freestyle skiing) nomor slopestyle putra, di mana Birk Ruud meraih emas dengan run pembuka yang menentukan, mencetak skor 86,28 poin.
Kondisi cuaca yang menantang, termasuk salju ringan dan jarak pandang yang terbatas, mengganggu sebagian besar peserta, tetapi skor awal Ruud terbukti tak terkejar. Kemenangan ini menandai gelar Olimpiade keduanya setelah meraih emas nomor big air di Olimpiade Beijing 2022.
Johannes Hoesflot Klaebo (kiri) dari Norwegia melintasi garis finis pertama dalam final klasik sprint ski lintas alam putra Olimpiade Musim Dingin 2026, 10 Februari 2026. (Xinhua/He Canling) Austria menghadirkan salah satu kejutan terbesar hari itu dalam cabang ski Alpen (alpine skiing), saat Ariane Raedler dan Katharina Huber meraih medali emas di nomor kombinasi beregu putri (women's team combined).
Tim underdog ini berhasil mengungguli tim-tim favorit, sementara Mikaela Shiffrin dari Amerika Serikat (AS) dan Sofia Goggia dari Italia keduanya sama-sama gagal naik podium. Upaya Goggia berakhir setelah mengalami kecelakaan di rute downhill di depan pendukungnya sendiri.
Jerman juga melakukan selebrasi setelah menyabet medali emas, dengan Julia Taubitz memenangkan pertandingan luge nomor tunggal putri (women's single). Juara dunia ini melesat ke posisi terdepan setelah run kedua, memecahkan rekor lintasan baru, dan mengamankan gelar Olimpiade pertamanya.
Elina Bota dari Latvia meraih perak, sementara Ashley Farquharson dari AS memperoleh perunggu.
China mencatatkan hasil historis di nomor ini, saat Wang Peixuan finis di posisi ke-21, menorehkan pencapaian Olimpiade terbaik sepanjang sejarah bagi negara tersebut.
Wang gagal lolos ke putaran final dengan selisih satu posisi, tetapi dia mengatakan bahwa penampilannya secara keseluruhan memberinya motivasi dan akan memfokuskan diri pada nomor estafet beregu mendatang.
Atlet Austria Katharina Huber beraksi dalam pertandingan gabungan tim ski Alpen putri Olimpiade Musim Dingin 2026 pada 10 Februari 2026. (Xinhua/Fei Maohua) Dalam cabang olahraga lompat ski (ski jumping), Slovenia, yang dipimpin oleh kakak beradik Nika dan Domen Prevc, berhasil mempertahankan gelarnya di nomor beregu campuran (mixed team), mendominasi sepanjang pertandingan untuk meraih medali emas lompat ski pertamanya di Olimpiade ini.
Medali emas terakhir pada hari itu diraih dalam cabor curling nomor ganda campuran (mixed doubles), di mana duet pasangan kakak beradik asal Swedia, Isabella dan Rasmus Wranaa, melakukan comeback di menit-menit akhir pertandingan untuk menaklukkan AS dengan skor 6-5, tampil gemilang di bawah tekanan pada babak terakhir guna mengunci kemenangan, sementara Italia mengalahkan Inggris untuk meraih medali perunggu.
Kuartet Italia yang terdiri dari Elisa Confortola, Arianna Fontana, Thomas Nadalini, dan Pietro Sighel tampil tenang di babak final dan mencatatkan waktu kemenangan 2 menit 39,019 detik. Kanada finis di posisi kedua, sementara Belgia meraih perunggu.
"Kami tahu kami sedang menjalankan misi. Ini adalah rumah kami, dan kami harus melindunginya," kata Fontana, juara Olimpiade tiga kali.
Sementara China nyaris naik podium, finis di posisi keempat dengan waktu 2 menit 39,601 detik.
Tim yang terdiri dari Gong Li, Zhang Chutong, Liu Shaoang, dan Sun Long, memimpin di awal setelah pembukaan agresif oleh Zhang, tetapi kesalahan dalam pergantian memberikan kesempatan bagi Italia untuk kembali memimpin. Di beberapa putaran terakhir, China disalip oleh Kanada dan Belgia.
Italia merayakan kemenangan di atas podium setelah menjuarai nomor estafet tim campuran seluncur cepat lintasan pendek di Olimpiade Musim Dingin 2026, 10 Februari 2026. (Xinhua/Li Ming) Dominasi Norwegia pada hari itu ditandai dengan kemenangan Johannes Hoesflot Klaebo dalam cabor ski lintas alam (cross-country skiing) nomor sprint classic putra. Klaebo memimpin hampir sepanjang laga final dan melintasi garis finis dalam waktu 3 menit 39,74 detik, mengamankan medali emas keduanya di Olimpiade ini, sekaligus menambah koleksi medali Olimpiadenya menjadi tujuh emas, satu perak, dan satu perunggu.
"Saya merasa lebih rileks hari ini setelah sudah menang sekali," papar Klaebo. "Hal itu membantu saya menikmati pertandingan dan tampil sebaik mungkin."
Di cabang biathlon, debutan Olimpiade Johan-Olav Botn menampilkan performa menembak yang sempurna untuk memenangkan nomor individu 20 kilometer putra dengan waktu 51 menit 31,5 detik. Eric Perrot dari Prancis meraih perak, sementara Sturla Holm Laegreid dari Norwegia menambah perunggu bagi timnya.
Norwegia juga menduduki podium teratas dalam cabang ski gaya bebas (freestyle skiing) nomor slopestyle putra, di mana Birk Ruud meraih emas dengan run pembuka yang menentukan, mencetak skor 86,28 poin.
Kondisi cuaca yang menantang, termasuk salju ringan dan jarak pandang yang terbatas, mengganggu sebagian besar peserta, tetapi skor awal Ruud terbukti tak terkejar. Kemenangan ini menandai gelar Olimpiade keduanya setelah meraih emas nomor big air di Olimpiade Beijing 2022.
Johannes Hoesflot Klaebo (kiri) dari Norwegia melintasi garis finis pertama dalam final klasik sprint ski lintas alam putra Olimpiade Musim Dingin 2026, 10 Februari 2026. (Xinhua/He Canling) Austria menghadirkan salah satu kejutan terbesar hari itu dalam cabang ski Alpen (alpine skiing), saat Ariane Raedler dan Katharina Huber meraih medali emas di nomor kombinasi beregu putri (women's team combined).
Tim underdog ini berhasil mengungguli tim-tim favorit, sementara Mikaela Shiffrin dari Amerika Serikat (AS) dan Sofia Goggia dari Italia keduanya sama-sama gagal naik podium. Upaya Goggia berakhir setelah mengalami kecelakaan di rute downhill di depan pendukungnya sendiri.
Jerman juga melakukan selebrasi setelah menyabet medali emas, dengan Julia Taubitz memenangkan pertandingan luge nomor tunggal putri (women's single). Juara dunia ini melesat ke posisi terdepan setelah run kedua, memecahkan rekor lintasan baru, dan mengamankan gelar Olimpiade pertamanya.
Elina Bota dari Latvia meraih perak, sementara Ashley Farquharson dari AS memperoleh perunggu.
China mencatatkan hasil historis di nomor ini, saat Wang Peixuan finis di posisi ke-21, menorehkan pencapaian Olimpiade terbaik sepanjang sejarah bagi negara tersebut.
Wang gagal lolos ke putaran final dengan selisih satu posisi, tetapi dia mengatakan bahwa penampilannya secara keseluruhan memberinya motivasi dan akan memfokuskan diri pada nomor estafet beregu mendatang.
Atlet Austria Katharina Huber beraksi dalam pertandingan gabungan tim ski Alpen putri Olimpiade Musim Dingin 2026 pada 10 Februari 2026. (Xinhua/Fei Maohua) Dalam cabang olahraga lompat ski (ski jumping), Slovenia, yang dipimpin oleh kakak beradik Nika dan Domen Prevc, berhasil mempertahankan gelarnya di nomor beregu campuran (mixed team), mendominasi sepanjang pertandingan untuk meraih medali emas lompat ski pertamanya di Olimpiade ini.
Medali emas terakhir pada hari itu diraih dalam cabor curling nomor ganda campuran (mixed doubles), di mana duet pasangan kakak beradik asal Swedia, Isabella dan Rasmus Wranaa, melakukan comeback di menit-menit akhir pertandingan untuk menaklukkan AS dengan skor 6-5, tampil gemilang di bawah tekanan pada babak terakhir guna mengunci kemenangan, sementara Italia mengalahkan Inggris untuk meraih medali perunggu.





