BANDA ACEH, KOMPAS.TV - Pemerintah mempercepat pemulihan wilayah terdampak banjir dan longsor di Aceh melalui program bernama Padat Karya Tunai.
Skema ini tak hanya fokus pada pembersihan dan perbaikan infrastruktur, tetapi juga memberi penghasilan langsung bagi warga terdampak.
Kasatgaswil Aceh, Safrizal ZA menyatakan dukungan penuh terhadap pelaksanaan program tersebut yang melibatkan sekitar dua puluh ribu warga di sekitar lokasi terdampak.
"Melalui kegiatan Padat Karya Tunai ini yang dibayar per hari, warga terdampak bencana banjir dan longsor mendapat penghasilan dan lingkungannya menjadi bersih, jadi solusi ganda, percepatan pemulihan pascabencana sekaligus menggerakkan ekonomi masyarakat", kata Safrizal dalam keterangan persnya di Banda Aceh, Rabu (11/2) mengutip Antara.
Menurutnya, pendekatan ini efektif karena memadukan aspek sosial dan ekonomi dalam satu langkah nyata.
Baca Juga: Tito Karnavian Paparkan Strategi Percepatan Pemulihan Pascabencana di Sumatera
Di Bawah Kementerian PU, Sasar Infrastruktur hingga Lingkungan
Safrizal menjelaskan, program Padat Karya Tunai berada di bawah koordinasi Kementerian Pekerjaan Umum, yang mengatur pelaksanaan dari sisi administrasi hingga teknis. Ia menegaskan bahwa skema seperti ini bukan hal baru bagi Aceh.
"Alhamdulillah kegiatan Padat Karya Tunai ini diadakan di belasan wilayah terdampak banjir dan longsor. Bekerjalah secara serius sehingga ada dampak hasilnya" ajak Safrizal.
Ia mengingatkan konsep serupa pernah diterapkan pascatsunami dengan nama cash for work, yang saat itu melibatkan korban gempa dan tsunami untuk membersihkan lumpur serta puing-puing.
Penulis : Ade Indra Kusuma Editor : Deni-Muliya
Sumber : Kompas TV
- padat karya tunai aceh
- pemulihan pascabencana aceh
- banjir aceh
- longsor aceh
- kementerian pu
- saf rizal za




