BEKASI, KOMPAS.com – Di usia yang seharusnya diisi bermain dan belajar, Habibi justru menapaki hari-harinya dengan langkah tegar.
Bocah 12 tahun dari Perumahan Citra Garden Permai, Desa Sriamur, Tambun Utara, Kabupaten Bekasi, berjalan kaki sejauh 1,2 kilometer menuju sekolahnya setiap siang.
Sekolah hanya berlangsung dari pukul 12.00 hingga 17.00 WIB, namun kehadirannya sering terbatasi karena harus menjaga dua adiknya saat orangtuanya bekerja.
Baca juga: Pelajar Siram Air Keras ke Siswa SMK, Pramono: Tindak Tegas, Tak Ada Kompromi!
“Kesehariannya itu jagain adik kalau enggak sekolah. Terus bersih-bersih rumah, ngepel, nyapu. Biasanya saya jadi kernet delman setiap hari Sabtu dan Minggu,” kata Habibi saat ditemui Kompas.com di rumahnya, Rabu (11/2/2026).
Delman, sekolah, dan harapan kecil
Sejak enam bulan terakhir, Habibi bekerja sebagai kernet delman setiap akhir pekan.
Ia menarik delman, memberi makan kuda, memandikan, dan membantu mengurus peralatan.
Dari pekerjaan itu, ia memperoleh upah Rp 20.000–30.000 per hari.
Baca juga: Jalan Rusak Jakarta Makan Korban, Pelajar Tewas di Matraman Imbas Jalan Berlubang
Sebagian besar uangnya diserahkan kepada ibu, sementara sekitar Rp 5.000 ia sisihkan untuk sekolah.
Meski seragamnya sudah kekecilan dan beberapa bagian sobek, semangat Habibi untuk belajar tak padam.
“Saya sebenarnya senang belajar. Walaupun harus jalan kaki sendiri ke sekolah. Soalnya di sini enggak ada teman,” ujarnya lirih.
Bocah ini bahkan masih menyimpan mimpi sederhana: menjadi pemain sepak bola.
Ketegaran di balik roda delman
Ayah Habibi, Asep Rusliadi, dan ibu bekerja serabutan untuk memenuhi kebutuhan keluarga.
Baca juga: Motif 3 Pelajar Siram Air Keras ke Siswa SMK Secara Acak: Takut Diserang Duluan
“Sebenarnya saya sedih kalau anak saya juga harus kerja jadi kernet delman. Tapi di sisi lainnya saya juga enggak bisa ngasih uang jajan dia,” ucap Asep.
Hari-hari Habibi berjalan di antara tanggung jawab dan mimpi yang belum selesai.
Namun langkah kecilnya menuju sekolah terus menjadi tanda bahwa harapan itu masih dijaga.
(Reporter: Nurpini Aulia Rapika | Editor: Abdul Haris Maulana)
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang