Tinggi Muka Air Kali Bekasi Sempat Capai 640 Cm, Kini Kembali Normal

kompas.com
3 jam lalu
Cover Berita

BEKASI, KOMPAS.com — Tinggi muka air (TMA) di sejumlah titik pantau sungai wilayah Kota Bekasi meningkat pada Kamis (12/2/2026) dini hari.

Berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Bekasi, pada pukul 00.00 WIB hingga 04.30 WIB, lonjakan tertinggi terjadi di P2C, yakni titik pertemuan Sungai Cileungsi dan Sungai Cikeas yang menjadi hulu Kali Bekasi di wilayah Jatiasih, Kota Bekasi.

Dengan batas normal 350 cm, TMA di P2C tercatat 640 cm pada pukul 00.00 WIB. Angka tersebut menurun secara bertahap hingga berada di bawah 350 cm pada pukul 04.30 WIB.

Kenaikan juga terpantau di Cikeas yang memiliki batas normal 200 cm. TMA di lokasi tersebut tercatat 267 cm pada pukul 00.00 WIB dan sempat mencapai 360 cm pada pukul 01.30 WIB, sebelum turun menjadi 182 cm pada pukul 04.30 WIB.

Baca juga: Sungai Cileungsi Siaga 1, BPBD Bekasi Peringatkan 13 Perumahan Berpotensi Banjir

Sementara itu, di Cileungsi Hulu yang memiliki batas normal 100 cm, tinggi muka air berada di angka 120 cm pada pukul 00.00 WIB hingga 00.30 WIB. Ketinggian air kemudian turun menjadi 100 cm pada pukul 01.00 WIB dan stabil di angka 90 cm hingga pukul 04.30 WIB.

Adapun di Cibongas yang memiliki batas normal 100 cm, TMA menunjukkan tren penurunan dari 52 cm menjadi 40 cm dalam periode pemantauan yang sama.

Meski seluruh titik kini dinyatakan dalam status normal, kenaikan TMA pada dini hari tersebut sempat memicu aktivasi sistem peringatan dini di sejumlah wilayah Kota Bekasi.

“Sirine dibunyikan sebagai peringatan dini kepada masyarakat karena terjadi kenaikan debit air di hulu,” ujar Kepala Seksi Kedaruratan dan Logistik BPBD Kota Bekasi Idham Khalid saat dikonfirmasi, Kamis.

Ia menjelaskan, kenaikan TMA menunjukkan tinggi permukaan air terhadap titik acuan tetap atau titik nol. Air kiriman dari wilayah hulu diperkirakan membutuhkan waktu beberapa jam untuk mencapai wilayah hilir.

“Saat ini kenaikan TMA menunjukkan ketinggian permukaan air sungai terhadap titik acuan tetap atau titik nol. Air kiriman dari hulu diperkirakan membutuhkan waktu tempuh beberapa jam sebelum mencapai wilayah hilir,” kata Idham.

Menurut dia, estimasi perjalanan air dari Cibongas menuju Cileungsi sekitar dua hingga tiga jam. Dari Cikeas menuju P2C diperkirakan dua hingga tiga jam, sedangkan dari Cileungsi menuju P2C sekitar tiga hingga empat jam.

Idham menambahkan, apabila ketinggian air di P2C mencapai 450 sentimeter atau lebih, limpasan air berpotensi mengalir ke wilayah Bekasi Timur dan Bekasi Utara, seperti Kampung Lengkak dan Teluk Pucung.

Sementara itu, berdasarkan data Komunitas Peduli Sungai Cileungsi Cikeas (KP2C), dengan ketinggian air yang mencapai 380 sentimeter, ada beberapa wilayah di kota Bekasi yang dinilai berpotensi banjir.

Baca juga: Waspada Banjir Rob Jakarta di 12 Wilayah Ini Mulai 11-16 Februari

Wilayah yang diprediksi terdampak meliputi Vila Nusa Indah 5, Bumi Mutiara, Vila Nusa Indah 2, Vila Nusa Indah 1, Pangkalan 1A, Vila Jatirasa, Pondok Gede Permai, Kemang Ifi Graha/AL, Perumahan Jatiasih Indah PPA, Pondok Mitra Lestari, Pekayon Jaya, Kemang Pratama, hingga Delta Pekayon.

BPBD Kota Bekasi mengimbau masyarakat yang tinggal di sepanjang bantaran Sungai Bekasi untuk meningkatkan kewaspadaan, terutama pada malam hari karena hujan masih terjadi di wilayah hulu.

.ads-partner-wrap > div { background: transparent; } #div-gpt-ad-Zone_OSM { position: sticky; position: -webkit-sticky; width:100%; height:100%; display:-webkit-box; display:-ms-flexbox; display:flex; -webkit-box-align:center; -ms-flex-align:center; align-items:center; -webkit-box-pack:center; -ms-flex-pack:center; justify-content:center; top: 100px; }

"Dalam hal ini kami sudah memberikan informasi perkembangan TMA yang telah disebarluaskan kepada camat, lurah, serta warga melalui media sosial dan kanal komunikasi resmi sebagai langkah antisipasi," ujar Idham.

Masyarakat yang membutuhkan bantuan atau informasi lebih lanjut juga dapat menghubungi layanan darurat 112.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Defend ID Bakal Serap Rp30 Triliun untuk Modernisasi Alutsista di 2026
• 16 jam lalubisnis.com
thumb
Geramnya Rusia ke Trump Gegara Tak Dilibatkan Soal Bisnis Minyak Venezuela
• 2 jam laluwartaekonomi.co.id
thumb
UI Gelar Diskusi Membedah Peta Terbaru Ancaman Terorisme Global
• 6 jam lalurctiplus.com
thumb
Astaga! Kata Menkes PBI BPJS Ternyata Diisi Kelompok Ini, Mau Dirombak
• 8 jam lalucnbcindonesia.com
thumb
Menkes Bakal Tegur RS yang Tolak Pasien PBI Nonaktif: Laporkan, Pasti Kami Tindak!
• 15 jam laluokezone.com
Berhasil disimpan.