Grid.ID- Tahun Baru Imlek selalu identik dengan pertunjukan barongsai yang meriah dan penuh warna. Setiap memasuki perayaan Imlek 2026, atraksi ini kembali menjadi pusat perhatian di berbagai ruang publik.
Dentuman drum, gemerincing simbal, dan suara gong menciptakan atmosfer yang semarak. Tidak hanya sebagai hiburan, barongsai sarat makna simbolik yang berakar pada budaya Tiongkok.
Tradisi ini bahkan telah diwariskan lintas generasi dan lintas negara, termasuk Indonesia. Lalu, apa sebenarnya makna barongsai yang selalu hadir dalam perayaan Imlek 2026?
Dikutip dari situs Jejaring Desa Wisata yang dikelola Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, barongsai tidak hanya berkembang di China, tetapi juga telah dibawa turun-temurun ke sejumlah negara, termasuk Indonesia. Menariknya, istilah “barongsai” justru dikenal secara khas di Indonesia, sementara di negara asalnya lebih dikenal sebagai lion dance atau tarian singa.
Makna Barongsai dalam Perayaan Imlek 2026
Barongsai kerap dihadirkan dalam perayaan besar, salah satunya Tahun Baru Imlek. Pada momen Imlek 2026, kehadiran barongsai diyakini membawa pesan spiritual sekaligus simbolik.
Dikutip dari Kompas.com, Rabu (11/2/2026), pertunjukan lion dance dipercaya mampu membawa nasib baik dan mengusir roh jahat. Singa dipandang sebagai hewan pembawa keberuntungan. Dalam budaya China, singa juga melambangkan kekuatan dan kebijaksanaan.
Karena itu, saat Imlek 2026 dirayakan, tarian barongsai tidak sekadar menjadi hiburan visual. Atraksi ini dipercaya menghadirkan energi positif, kebahagiaan, dan harapan baru di awal tahun. Suasana meriah yang tercipta menjadi simbol optimisme masyarakat menyambut tahun yang baru.
Kostum dan Peran Penari Barongsai
Dalam setiap pertunjukan, barongsai dimainkan oleh dua orang penari. Satu penari memerankan bagian kepala singa, sementara penari lainnya menjadi bagian kaki.
Penari di bagian kaki biasanya mengenakan kostum yang senada dengan tubuh barongsai dan memakai sepatu yang menyerupai kaki singa. Bagian kepala barongsai berukuran besar dan sekilas mirip naga, menciptakan kesan megah sekaligus mistis.
Namun patut diketahui, elemen hewan pada kostum barongsai ini punya makna filosofis tersendiri. Misalnya pada tanduk, telinga, ekor, tulang belakang, punuk, dahi, hingga jenggot.
Tanduk yang dibuat menyerupai burung menjadi simbol kehidupan dan regenerasi, serta mewakili unsur perempuan. Telinga dan ekor berbentuk makhluk mistis melambangkan kebijaksanaan dan keberuntungan.
Bagian tulang belakang menyerupai ular yang merepresentasikan pesona dan kekayaan. Di belakang kepala terdapat punuk berbentuk kura-kura, simbol umur panjang. Sementara elemen dahi dan jenggot berasal dari naga, yang melambangkan kepemimpinan, kekuatan, dan unsur perempuan.
Saat tampil dalam rangkaian Imlek 2026, barongsai akan melakukan beragam gerakan, termasuk atraksi silat akrobatik yang menuntut ketangkasan dan koordinasi tinggi. Tidak heran jika setiap Imlek 2026, pertunjukan barongsai selalu dinantikan karena kemampuannya membangun suasana meriah.
Elemen Musik
Musik menjadi elemen penting dalam tarian barongsai. Terdapat tiga instrumen utama yang digunakan, yakni drum, simbal, dan gong.
Setiap gerakan singa memiliki pola irama tersendiri. Dikutip dari Tribun Travel, suara drum berfungsi menekankan manuver dan gerakan singa, sementara simbal dan gong mengiringi serta memperkuat ritme tersebut.
Bunyi simbal dan gong yang keras dan lantang tidak hanya mempertegas emosi dalam atraksi, tetapi juga dipercaya mampu menakut-nakuti nasib buruk. Dalam acara seremonial tertentu, termasuk perayaan Imlek 2026, pertunjukan barongsai juga diiringi bunyi petasan untuk menambah semarak sekaligus simbol penolak bala.
Elemen Warna
Warna menjadi elemen penting dalam barongsai. Singa dalam tarian ini memiliki lima warna utama di antaranya hitam, kuning, hijau, merah, dan putih.
Kelima warna tersebut mewakili lima arah dalam kompas Tiongkok dan melambangkan kontrol atas lima unsur kehidupan. Warna kuning melambangkan bumi (pusat), hitam melambangkan air (utara), hijau melambangkan kayu (timur), merah melambangkan api (selatan), dan putih melambangkan logam (barat).
Bagian hidung singa biasanya berwarna hijau yang melambangkan pengaruh surga, kemakmuran, dan keberuntungan. Pada bagian dahi, terdapat cermin ajaib yang dipercaya mampu memantulkan bayangan roh jahat sehingga membuat mereka takut. Cermin ini juga melambangkan kemampuan melakukan perjalanan antara langit dan bumi.
Melalui perpaduan musik, gerakan, warna, dan simbol hewan, barongsai menjadi representasi nilai budaya yang kompleks. Saat Imlek 2026 dirayakan, kehadiran barongsai bukan hanya tradisi turun-temurun, melainkan simbol harapan, keberuntungan, dan kekuatan yang menyertai langkah memasuki tahun baru. (*)
Artikel Asli




