KOMIKA Pandji Pragiwaksono secara resmi telah menuntaskan prosesi sidang adat Toraja yang berlangsung selama dua hari, 10-11 Februari 2026.
Bertempat di Tongkonan Layuk Kaero, Sangalla, Kabupaten Tana Toraja, Sulawesi Selatan, prosesi ini menjadi jalan keluar atas polemik materi komedi Pandji mengenai upacara pemakaman Rambu Solo, yang dibuatnya pada 2013, namun kembali viral pada 2025.
Prosesi adat yang dijalani Pandji disebut sebagai Ma’Buak Burun Mangkali Oto’. Ritual ini merupakan pemberian ruang pemulihan atas perbuatan yang dianggap menyinggung sakralitas adat.
Baca juga : Pandji Pragiwaksono Mengaku Sudah Berdialog dengan AMAN Terkait Lawakan Soal Toraja
Sekretaris Tongkonan Kada, Daud Pangurangan, menjelaskan bahwa penyelesaian masalah ini disebut Ma’sosorang Rengnge’, sebuah mekanisme hukum adat yang menitikberatkan pada pemulihan keharmonisan, bukan sekadar pemberian sanksi.
"Apresiasi terhadap Pandji datang di Toraja ini untuk menyelesaikan permasalahan yang terjadi selama dua hari bersama 32 perwakilan adat. Penyelesaian masalah ini namanya Ma'sosorang Rengnge'. Dan atas ketidaktahuannya memberikan statement dan itu dikonsumsi oleh orang banyak," kata Daud.
Daud menegaskan bahwa alat kelengkapan ritual berupa lima ekor ayam dan satu ekor babi tidak boleh dipandang sebagai denda materiil.
Baca juga : Polemik Adat Toraja Sebaiknya Jadi Momentum Pintu Masuk Dialog Budaya
"Itu adalah cara untuk pemulihan, bukan dipandang sebagai denda, bukan. Tetapi, dipulihkan dan itu berlaku untuk seluruh masyarakat Toraja," paparnya.
Ketua PHD AMAN Toraya, Romba Marannu Sambolinggi, menilai polemik ini diperparah oleh penyebaran potongan video yang tidak utuh di media sosial.
Ia menekankan bahwa sidang adat ini bertujuan untuk membangun komunikasi yang setara. Menariknya, Romba juga menyatakan bahwa pihak masyarakat adat turut melakukan refleksi atas reaksi berlebihan yang sempat terjadi.
"Proses ini bukan hanya Pandji melakukan permohonan maaf, tapi kita masyarakat Toraya turut menyampaikan maaf, karena kasus-kasus kemarin (sikap menyinggung pribadi)," tutur Romba.
Ketua Tongkonan Kada, Sam Barumbun, memberikan apresiasi tinggi kepada pendiri Comika Company tersebut yang bersedia hadir langsung dari kediamannya saat ini di Amerika Serikat (AS) menuju Toraja. Ia menyebut tindakan Pandji sebagai gambaran seorang ksatria.
Pandji Pragiwaksono sendiri mengaku terkesan dengan sistem hukum adat Toraja yang dinilainya sangat adil dan demokratis.
"Saya tadi sudah mengikuti dan mendengar pernyataan dari perwakilan wilayah adat. Saya terima dan saya mengerti. Saya rasa ini akan membantu menjadi lebih baik lagi dan semoga saya masih diterima untuk kembali lagi," ungkap Pandji.
Sidang adat yang difasilitasi oleh Aliansi Masyarakat Adat Nusantara (AMAN) ini dihadiri oleh 32 perwakilan wilayah adat serta sejumlah hakim adat.
Melalui penyelesaian ini, diharapkan tidak ada lagi persepsi liar di masyarakat dan hubungan antara Pandji dengan masyarakat adat Toraja kembali pulih sepenuhnya. (Ant/Z-1)





