REPUBLIKA.CO.ID, TANGERANG -- Ketua Badan Tim Nasional (BTN) PSSI Sumardji menyatakan hingga kini PSSI belum menerima surat resmi pembatalan keikutsertaan Indonesia pada Asian Games 2026 yang akan digelar di Jepang.
- Timnas U-17 Indonesia Kalah Telak 0-7 dari China, Nova Arianto Akui Penampilan Masih Jauh dari Harapan
- Timnas U-17 Indonesia Buka Peluang Tambah Pemain Diaspora Usai Kalah dari China
- Laga Uji Coba, Timnas Indonesia U-17 Takluk 0-7 dari Cina
“Sampai dengan saat ini kami belum mendapatkan surat resmi bahwa kita tidak ikut dalam Asian Games di Jepang,” kata Sumardji kepada pewarta di Stadion Indomilk Arena, Kabupaten Tangerang, Rabu (11/2/2026).
Sebelumnya muncul pemberitaan media Vietnam bahwa timnas Indonesia tidak dapat berpartisipasi pada Asian Games 2026 karena tidak lolos Piala Asia U23 2026.
.rec-desc {padding: 7px !important;}AFC dan Komite Olimpiade Asia (OCA) disebut telah menyepakati peraturan baru, yang menyatakan tim peserta cabang olahraga sepak bola putra Asian Games 2026 adalah 16 negara peserta Piala Asia U23 2026.
Sumardji menambahkan PSSI masih menunggu kepastian karena kewenangan utama keikutsertaan Indonesia dalam Asian Games berada di bawah Komite Olimpiade Indonesia.
“Kami akan terus berkoordinasi karena ini memang ranahnya Komite Olimpiade. Kepastiannya nanti akan segera kami update ke teman-teman media,” ujarnya.
Sumardji menyatakanm dalam rencana awal PSSI, timnas Indonesia diproyeksikan tampil dalam Asian Games 2026. Bahkan, PSSI telah mengirimkan daftar awal pemain sejak sekitar dua bulan lalu.
“Entry name itu sudah kami kirim dari dua bulan yang lalu. Dari awal memang kami ikut Asian Games, maka ketika muncul informasi ini kami harus memastikan kebenarannya,” kata dia.
Ia mengakui kabar mengenai kemungkinan tidak ikutnya Indonesia justru pertama kali diterima dari media, sehingga BTN merasa perlu segera melakukan klarifikasi.
“Sampai tadi saya masih menanyakan kepastiannya seperti apa karena kami juga belum mendapatkan informasi yang benar-benar pasti,” ujar Sumardji.
Ditemui terpisah, Sekretaris Jenderal PSSI Yunus Nusi juga menyatakan bahwa belum ada surat resmi dari pihak berwenang kepada PSSI.
"Tadi kebetulan saya komunikasi dengan (Ketua) Komite Olimpiade Indonesia, Pak Okto (Raja Sapta Oktohari), kita sudah minta. Sampai saat ini belum ada surat resmi walaupun kita tahu bahwa itu statement langsung dari media resminya di sana," ujar Yunus.
"Saya sampaikan kepada Ketua umum KOI besok supaya kita sudah punya kabar karena itu juga menyangkut persiapan kita. Kalau tidak diputuskan ya tentu kita tidak bisa untuk memproses lebih lanjut karena itu keputusan dari mereka " tambahnya.




