jpnn.com, JAKARTA - Wakil Ketua Komisi IV DPR RI Alex Indra Lukman meminta pemerintah segera membenahi pola komunikasi antar-menteri di kabinet Presiden Prabowo Subianto.
Hal ini menyusul adanya polemik terbuka antara Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa dan Menteri Kelautan dan Perikanan (KP) Sakti Wahyu Trenggono terkait anggaran pembuatan kapal.
BACA JUGA: Soal Polemik Pemesaan Kapal, Purbaya: Mungkin Saya Datanya Salah
"Tentu kami berharap pola komunikasi di internal kabinet dibenahi, sehingga tidak menimbulkan polemik seperti ini," kata Alex melalui layanan pesan, Rabu (11/2).
Menurutnya, polemik antara Purbaya dan Trenggono tak terjadi ketika informasi lengkap tersaji sebelum disampaikan ke publik.
BACA JUGA: Soal Pengadaan Kapal, Menteri Trenggono: Saya Tidak Mengerti Maksud Pak Purbaya
"Sepertinya ini bukan masalah koordinasi, tetapi informasi yang tidak lengkap dibawa ke dalam sebuah acara publik," ujar legislator fraksi PDI Perjuangan itu.
Alex kemudian menerima pertanyaan wartawan soal isu reshuffle menjadi menguat setelah muncul polemik Purbaya dan Trenggono.
BACA JUGA: Pengamat Dukung Janji Bersih-Bersih Purbaya, Negara Tidak Boleh Kalah
Dia berharap reshuffle kabinet dilakukan bukan atas dasar perbedaan pendapat, melainkan bertujuan mengoptimalkan kerja pemerintah untuk rakyat.
"Saya berharap andai terjadi reshuffle karena alasan yang substansi demi peningkatan kesejahteraan rakyat, bukan karena hal seperti ini," ujarnya.
Diketahui, dana pembuatan kapal menjadi polemik setelah Purbaya berbicara dalam forum yang diselenggarakan Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia, Selasa (10/2).
Purbaya dalam forum tersebut bertanya ke para pengusaha kapal terkait kemungkinan pesanan dari KKP yang ternyata belum masuk.
Dia lalu mempertanyakan alasan pesanan KKP itu belum sampai ke pengusaha ketika anggaran sudah tersedia dari Kemenkeu.
Sakti kemudian merespons pernyataan Purbaya dengan menyebut dana untuk pembuatan kapal bersumber dari pinjaman luar negeri, sedangkan KKP hanya memfasilitasi teknis.
Purbaya mengaku bisa saja salah ketika membahas soal penggunaan anggaran pembuatan kapal.
"Ya, yang betul Pak Trenggono, mungkin saya datanya salah," kata dia.
Namun, Purbaya menuturkan bahwa uang dari pinjaman luar negeri membuat kapal nantinya juga berkaitan dengan Kemenkeu.
"Sebagian katanya uangnya kata pinjaman. Tapi pinjaman juga nanti kan lewat kita juga kan, tetap saja," ujarnya. (ast/jpnn)
Redaktur : Budianto Hutahaean
Reporter : Aristo Setiawan




