Sebuah pesawat Cessna Grand Caravan PK-SNR milik PT Smart Cakrawala Aviation (Smart Air) ditembaki orang tidak dikenal di Boven Digoel, Papua Selatan. Pilot dan kopilot dinyatakan tewas dalam insiden tersebut.
Pesawat dengan rute penerbangan Tanah Merah (TMH)-Danawage/Koroway Batu (DNW) itu membawa sebanyak 13 penumpang. Seluruh penumpang dinyatakan selamat.
Berikut 5 fakta peristiwa jatuhnya pesawat Smart Air itu dirangkum detikcom, Kamis (12/2/2026).
1. KronologiDirektorat Jenderal Perhubungan Udara (Ditjen Hubud) Kementerian Perhubungan mengatakan pesawat Cessna Grand Caravan PK-SNR milik PT Smart Cakrawala Aviation itu ditembak orang tidak dikenal. Kemenhub mengungkap kronologi penembakan pesawat itu.
Direktur Jenderal Perhubungan Udara Lukman F Laisa mengatakan, di dalam pesawat itu ada dua kru/pilot dengan penumpang berjumlah 13 orang dengan rincian 12 dewasa dan 1 infant (bayi).
Pesawat ini berangkat pada Rabu (11/2) pukul 10.38 WIT dari Bandar Udara Tanah Merah. Pada pukul 11.05 WIT, pesawat mendarat di Bandara Koroway Batu.
"Sesaat setelah mendarat, pesawat mengalami penembakan," bunyi keterangan pers yang disampaikan Kemenhub, Rabu (11/2).
(fca/fca)





