Bursa Asia Menguat, Nikkei 225 Jepang Cetak Rekor 58.000 saat Wall Street Lesu

viva.co.id
9 jam lalu
Cover Berita

Jakarta, VIVA - Bursa Asia-Pasifik menguat pada pembukaan perdagangan Kamis, 12 Februari 2026. Indeks Nikkei 225 Jepang memimpin lonjakan seiring pelaku pasar mengabaikan sejumlah data ekonomi Amerika Serikat (AS). 

Hasil kajian dara Biro Statistik Tenaga Kerja AS melaporkan pertumbuhan lapangan kerja sebesar 130.000 pada bulan Januari 2026. Jumlah ini melampaui ekspektasi para ekonom yang memprediksi kenaikan sebesar 55.000. 

Baca Juga :
IHSG Sesi I Naik 1,6 Persen, Cek 3 Saham Unggulan di Jajaran Top Gainers
Rupiah Menguat usai Rilis Survei Tingkat Kepuasan Masyarakat atas Kinerja Prabowo

Pertumbuhan lapangan kerja pada bulan Desember 2025 direvisi turun menjadi 48.000. Pasar tenaga kerja yang kuat telah mengurangi kemungkinan penurunan suku bunga oleh Federal Reserve (The Fed).

Laporan ketenagakerjaan menyusul data konsumen yang lebih lemah dari perkiraan yang dirilis pada Selasa, 10 Februari 2026. Pengeluaran konsumen pada bulan Desember tercatat stagnan sedangkan ekonom memperkirakan kenaikan bulanan sebesat 0,4 persen.

Ilustrasi tenaga kerja pabrik
Photo :
  • Saptono

Dikutip dari CNCB Internasional, indeks Nikkei 225 Jepang melesat ke level 58.000 untuk pertama kalinya dalam sejarah. Kenaikan memperpanjang reli pasca-pemilu ke level tertinggi baru ditopang peningkatan kepercayaan terhadap politik domestik dan agenda ekonomi pemerintahan yang baru.

Indeks Topix ikut melesat 0,45 persen.

Di Korea Selatan, indeks Kospi melonjak 1,12 persen. Sementara itu, indeks Kosdaq yang terdiri dari saham-saham berkapitalisasi kecil menguat 0,22 persen.

Di Australia, indeks S&P/ASX 200 melambung 0,42%. Kontrak berjangka indeks Hang Seng Hong Kong berada merosot ke level 27.206 dari posisi terakhir di area 27.266,38.

Bursa AS ditutup positif pada perdagangan Rabu, 11 Februari 2025. Indeks Dow Jones Industrial Average mengakhiri kenaikan selama tiga hari berturut-turut karena kehilangan 66,74 poin atau 0,13 persen menjadi 50.121,40. 

Indeks S&P 500 datar di level 6.941,47. Indeks Nasdaq Composite melemah 0,16 persen ke level 23.066,47.

Baca Juga :
IKJ 2025 Alami Penurunan, Sebanyak 67% Jurnalis Pernah Mengalami Kekerasan
IHSG Dibuka Menghijau saat Mayoritas Bursa Asia Menguat dan Wall Street Melemah
Bursa Asia Ngegas Usai Kekhawatiran AI Mereda, Investor Tunggu Data Inflasi Tiongkok

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Pendidikan Mesti Diandalkan untuk Pengentasan Konflik Sosial
• 4 jam lalumedcom.id
thumb
Polisi Sebut Bandara Korowai Lokasi Penembakan 2 Pilot Smart Air Tak Dijaga Aparat
• 18 jam lalukompas.tv
thumb
KKB Diduga Dalang Penembakan Pesawat Smart Air di Boven Digoel
• 8 jam laludetik.com
thumb
Airlangga Ingatkan Over Supply Baja Global, Sudah Tembus 2,5 Miliar Metrik Ton
• 3 jam laluidxchannel.com
thumb
Permata Bank (BNLI) Raup Laba Rp3,6 Triliun di 2025 Terdorong Pertumbuhan Kredit
• 10 jam laluidxchannel.com
Berhasil disimpan.