Airlangga Ingatkan Over Supply Baja Global, Sudah Tembus 2,5 Miliar Metrik Ton

idxchannel.com
5 jam lalu
Cover Berita

Meski demikian, dia menilai industri baja nasional masih memiliki ruang besar untuk meningkatkan kinerja.

Airlangga Ingatkan Over Supply Baja Global, Sudah Tembus 2,5 Miliar Metrik Ton. Foto: iNews Media Group.

IDXChannel - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengingatkan pelaku industri baja nasional untuk mewaspadai ancaman kelebihan pasokan (over supply) global.

Hal tersebut disampaikan Airlangga dalam Musyawarah Nasional (Munas) ke-5 Asosiasi Industri Besi dan Baja Indonesia (The Indonesian Iron and Steel Industry Association/IISIA), Rabu (11/2/2026).

Baca Juga:
Airlangga Beberkan 2 Skema Demutualisasi Bursa Efek, Apa Saja?

"Kita harus waspada terhadap global over supply baja sebesar 2,5 miliar metrik ton di tahun 2025," kata Airlangga.

Meski demikian, dia menilai industri baja nasional masih memiliki ruang besar untuk meningkatkan kinerja. Hal ini ditopang program hilirisasi yang telah menunjukkan hasil nyata terhadap kinerja ekspor.

Baca Juga:
Ratas dengan Prabowo, Airlangga Sampaikan Perkembangan Indikator Makroekonomi

"Hilirisasi dikerjakan secara konsisten dan membuatkan hasil nyata seperti lonjakan nilai ekspor, di mana feronikel menjadi komunitas unggulan dengan nilai mendekati USD15 miliar bulan Januari sampai dengan November 2025," kata dia.

Baca Juga:
Airlangga Sebut Ketahanan Ekonomi Indonesia Tak Terjadi Kebetulan

Airlangga juga menekankan bahwa pasar ekspor Indonesia tidak bergantung pada satu negara saja. China masih menjadi mitra utama dengan nilai ekspor lebih dari USD16 miliar. 

Kemudian, Australia menjadi tujuan ekspor dengan nilai USD1,6 miliar, disusul oleh Singapura dan Inggris. 

"Artinya baja kita sudah mempunyai kualitas secara standar global," kata Airlangga.

Dari sisi investasi, sektor industri baja mencatat lonjakan signifikan sepanjang 2025. Nilai investasi meningkat dua kali lipat dari USD8 miliar menjadi USD16,37 miliar.

Investasi tersebut didorong sejumlah negara mitra, mencakup Hong Kong sebesar USD5,11 miliar, Singapura USD5,12 miliar, serta China sebesar USD4 miliar.

(NIA DEVIYANA)


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Prabowo Terima KSAU Pakistan, Bahas Pelatihan Perwira-Pertahanan KTT D8
• 54 menit lalukumparan.com
thumb
Aturan Baru AFC dan OCA Bikin Timnas Indonesia Absen di Asian Games 2026
• 1 jam lalumedcom.id
thumb
Banjir Agam, 2 jembatan darurat yang baru dibangun hanyut dibawa arus
• 10 jam laluantaranews.com
thumb
OJK Serahkan Tersangka Manipulasi Harga Saham SWAT ke Kejaksaan Negeri Boyolali
• 3 jam lalukumparan.com
thumb
Eri Cahyadi Pimpin Penghormatan Terakhir Untuk Adi Sutarwijono Ketua DPRD Kota Surabaya
• 6 jam lalusuarasurabaya.net
Berhasil disimpan.