FAJAR, MAKASSAR– DAFI School Makassar menggelar kegiatan Talk Show dan Expo Riset 2026. Berlangsung selama tiga hari, di Auditorium H. Bata Ilyas. Rabu hingga Jumat,11-13 Februari 2026.
Kegiatan ini menjadi ajang penguatan budaya riset di kalangan pelajar sekaligus mempertemukan akademisi, peneliti, dan institusi riset dalam satu forum kolaboratif.
Pada hari pertama, kegiatan talk show dihadiri sekitar 700 peserta yang terdiri dari siswa-siswi tingkat SMP dan SMA se-Kota Makassar.
Antusiasme peserta terlihat sejak awal acara, terutama saat sesi pemaparan materi oleh para narasumber nasional yang dihadirkan.
Hadir sebagai narasumber, Prof. Dr. Aris Munandar, S.Pd., M.Pd., selaku Ketua Ikatan Cendekiawan Muslim se-Indonesia (ICMI) Provinsi Sulawesi Selatan, serta Citra Aris Siswanti dari Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN).
Prof. Aris Munandar mengaku sangat bahagia melihat perkembangan DAFI School yang telah membangun budaya dan kurikulum berbasis riset secara sistematis.
Ia menilai langkah tersebut sebagai terobosan penting dalam dunia pendidikan di Makassar.
“Saya melihat DAFI School telah menyusun ekosistem pembelajaran riset yang sangat baik. Harapan kami, sekolah ini mampu menjadi sekolah percontohan dalam pengembangan budaya riset di Sulawesi Selatan, bahkan secara nasional,” ungkapnya.
Citra Aris Siswanti memaparkan berbagai program strategis BRIN yang membuka peluang kolaborasi bagi para peneliti di Kota Makassar.
Ia menegaskan bahwa BRIN siap mendukung pengembangan proses dan budaya riset di tingkat sekolah maupun komunitas melalui berbagai skema kemitraan dan pembinaan.
“Kami membuka peluang bagi peneliti dan sekolah untuk berkolaborasi dengan BRIN. Budaya riset harus ditanamkan sejak dini agar lahir inovator-inovator muda dari daerah,” jelasnya.
Komitmen bersama juga ditegaskan dalam kegiatan tersebut. BRIN, ICMI, dan DAFI School melalui Ketua Yayasan, Rasyidin Adnan, S.Hi., sepakat bahwa budaya dan ekosistem riset harus terus tumbuh dan berkembang.
“Kolaborasi ini diharapkan dapat memberikan dampak positif yang lebih luas bagi sekolah-sekolah di Kota Makassar,”ucapnya.
Ketua Panitia, Alwi, menyampaikan bahwa Expo Riset 2026 tidak hanya menghadirkan talk show, tetapi juga berbagai kegiatan edukatif dan kompetitif.
Di antaranya adalah workshop robotik gratis yang diikuti oleh perwakilan dari 15 sekolah se-Kota Makassar, serta lomba Karya Tulis Ilmiah (KTI) yang diikuti oleh 64 SMA se-Sulawesi Selatan.
“Melalui kegiatan ini, kami ingin membangun semangat riset yang kolaboratif dan berkelanjutan. Expo Riset bukan sekadar ajang pameran, tetapi ruang bertumbuh bagi generasi muda untuk berinovasi,” ujar Alwi.
Dengan terselenggaranya Talk Show dan Expo Riset 2026, DAFI School Makassar semakin menegaskan posisinya sebagai sekolah yang konsisten membangun ekosistem pendidikan berbasis riset, sekaligus menjadi motor penggerak budaya inovasi di Kota Makassar dan Sulawesi Selatan.(wis)





