Ini Waktu Terbaik agar Terhindar dari Jet Lag Menurut Pakar Perjalanan

kumparan.com
3 jam lalu
Cover Berita

Saat traveling menempuh penerbangan jarak jauh, jet lag menjadi salah satu hal yang sering dialami traveler.

Kabar baiknya, pakar perjalanan menyebut jet lag sebenarnya bisa diminimalkan, salah satunya dengan memilih waktu kedatangan yang tepat.

Hal ini diungkapkan oleh para ahli safari dari Go2Africa dalam riset terbaru, seperti dilansir Travel and Leisure.

Jet lag dijelaskan sebagai kondisi ketika jam biologis tubuh atau circadian rhythm, tidak sinkron dengan waktu lokal di destinasi tujuan.

Ritme sirkadian sendiri berperan penting dalam mengatur berbagai fungsi tubuh, mulai dari pola tidur, pelepasan hormon, fungsi kognitif, hingga suhu tubuh.

Ketika seseorang berpindah zona waktu dengan cepat, tubuh cenderung “bertahan” pada waktu asal, sehingga memicu kelelahan, gangguan tidur, hingga masalah pencernaan.

Menurut Go2Africa, kunci utama mengurangi jet lag adalah menjadwalkan penerbangan agar tiba di destinasi pada rentang waktu pukul 14.00 hingga 17.00 waktu setempat.

“Waktu kedatangan antara pukul 14.00 hingga 17.00 memberi tubuh paparan cahaya alami yang ideal dan memungkinkan wisatawan tetap terjaga hingga waktu tidur malam,” ungkap Go2Africa.

Kondisi ini membantu jam biologis tubuh menyesuaikan diri dengan cepat.

Paparan cahaya disebut sebagai sinyal terkuat bagi tubuh untuk melakukan “reset” jam internal.

Dengan cahaya siang yang cukup, ritme sirkadian dapat menangkap isyarat terang dan gelap secara optimal, sehingga proses adaptasi berlangsung lebih efektif.

Tips Lain Mengatasi Jet Lag

Para pakar juga menjelaskan bahwa perjalanan ke arah timur umumnya memicu jet lag yang lebih berat dibandingkan perjalanan ke barat. Pasalnya, memajukan jam tubuh atau tidur lebih awal, lebih sulit dibandingkan menundanya.

Untuk penerbangan ke arah timur, seperti dari Eropa ke Afrika atau Asia, wisatawan disarankan mulai menyesuaikan jadwal tidur tiga hari sebelum keberangkatan, dengan tidur 30-60 menit lebih awal setiap malam. Sementara itu, bagi penerbangan ke arah barat, penyesuaian dilakukan dengan tidur satu jam lebih lambat dari biasanya.

Selain mengatur waktu tidur dan kedatangan, Go2Africa juga merekomendasikan langkah sederhana lainnya, seperti memperbanyak minum air sebelum, selama, dan setelah penerbangan, berjalan di lorong pesawat setiap satu hingga dua jam, serta menyesuaikan waktu tidur di pesawat dengan jam di destinasi tujuan.

Dengan strategi tersebut, wisatawan diharapkan bisa tiba dalam kondisi lebih segar dan langsung menikmati liburan tanpa terganggu jet lag.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
4 Ribu ASN Dilatih Jadi Komcad Mulai April 2026, Wamenhan: Pelatihan Hanya 2 Bulan | SAPA MALAM
• 15 jam lalukompas.tv
thumb
Rupiah Melemah 25 Poin Jadi Rp16.811 per Dolar AS
• 1 jam lalusuarasurabaya.net
thumb
Sinopsis Drama China Light Chaser Rescue, Aksi Heroik di Tengah Bencana Mematikan yang Menguji Nyawa dan Cinta
• 15 jam lalugrid.id
thumb
Nama Gofar Hilman Terseret di Tengah Kasus Mohan Hazian, Ada Kaitannya?
• 5 jam laluviva.co.id
thumb
Gerak Cepat, Pemkot Semarang Siapkan Relokasi 15 Rumah Terdampak Tanah Gerak di Jangli
• 14 jam lalujpnn.com
Berhasil disimpan.