Kaum Muda dalam Diplomasi

kumparan.com
3 jam lalu
Cover Berita

Di abad ke-21, diplomasi pemuda secara bertahap telah menjadi bidang kerja sama internasional yang mandiri dan sangat dibutuhkan. Bidang ini secara organik melengkapi format diplomasi klasik, menciptakan kondisi bagi lahirnya generasi baru profesional yang mampu merespons secara fleksibel tantangan politik, sosial-ekonomi, kemanusiaan, dan budaya kontemporer yang kompleks. Partisipasi generasi muda dalam proses internasional kini semakin dipandang bukan sekadar elemen pendukung, melainkan sebagai sumber daya strategis dalam kebijakan luar negeri.

Menurut pendekatan Perserikatan Bangsa-Bangsa, yang dimaksud dengan diplomasi pemuda adalah keterlibatan individu berusia 15 hingga 35 tahun dalam kegiatan internasional yang bertujuan untuk menyelesaikan permasalahan global dan regional yang aktual. Dukungan terhadap inisiatif-inisiatif kaum muda di bidang ini dimaknai sebagai investasi jangka panjang bagi pembangunan berkelanjutan, penguatan kepercayaan antarnegara, serta pembentukan budaya dialog.

Ciri khas diplomasi pemuda adalah relatif bebasnya dari kerangka protokol yang kaku. sehingga memungkinkan lahirnya gagasan-gagasan baru secara lebih cepat, peluncuran proyek-proyek bersama, serta terbangunnya jejaring horizontal antara perwakilan dari berbagai negara. Di tengah transformasi sistem hubungan internasional, keluwesan inilah yang dapat memberikan 'nilai tambah'.

Di kalangan pakar semakin sering mengemuka pandangan bahwa kapasitas diplomasi tradisional saja tidak lagi memadai untuk menjawab berbagai tantangan dan ancaman baru. Dalam konteks ini, diplomasi pemuda internasional dipandang sebagai ruang yang menjanjikan untuk menguji pendekatan-pendekatan nonkonvensional sekaligus memperkuat kepercayaan antar masyarakat. Generasi muda menjadi pembawa gagasan dan inisiatif segar yang pada akhirnya dapat diintegrasikan ke dalam agenda resmi kebijakan luar negeri.

Landasan kelembagaan diplomasi pemuda di Federasi Rusia terus berkembang dan diperkuat secara berkelanjutan. Contoh nyatanya adalah aktivitas Dewan Diplomat Muda (Council of Young Diplomats/CYD) Kementerian Luar Negeri Federasi Rusia, yang dibentuk pada tahun 2001 sebagai wadah sukarela bagi para diplomat muda di lingkungan kementerian tersebut. Dewan ini telah membuktikan diri sebagai platform yang efektif untuk komunikasi profesional, pertukaran pengalaman, serta pembahasan isu-isu aktual dalam politik internasional.

Di antara inisiatif utama CYD Kementerian Luar Negeri Federasi Rusia, forum-forum internasional dan berbagai format dialog menempati posisi penting. Forum Global Diplomat Muda, yang telah menjadi ajang reguler untuk membahas tantangan-tantangan global, mempertemukan perwakilan dari puluhan negara.

Pada tahun 2025, forum tersebut di Moskow dihadiri lebih dari 150 peserta dari lebih dari 60 negara. Kontribusi signifikan terhadap pengembangan dialog regional juga diberikan melalui Dialog Diplomat Muda negara-negara Asia-Pasifik dalam kerangka Forum Ekonomi Timur, serta forum-forum diplomat muda negara-negara BRICS dan Organisasi Kerja Sama Islam (OKI).

Perhatian khusus juga layak diberikan pada peran para pegawai muda dalam sistem Kementerian Luar Negeri Federasi Rusia. Saat ini, generasi muda merupakan bagian yang signifikan dan terus berkembang dalam komposisi sumber daya manusia Kementerian Luar Negeri Federasi Rusia, baik di kantor pusat maupun pada perwakilan luar negeri. Proporsi pegawai berusia di bawah 35 tahun berkisar antara 30% – 35%, dan mereka secara aktif terlibat dalam diplomasi analitis, konsuler, multilateral, serta diplomasi publik.

Para diplomat muda, baik yang bertugas di kantor pusat maupun yang bertugas di luar negeri, memberikan kontribusi nyata dalam mendampingi berbagai inisiatif kebijakan luar negeri, mempersiapkan perundingan internasional, serta mengembangkan kerja sama kemanusiaan dan hubungan antar masyarakat.

Sistem rotasi dan penugasan di perwakilan luar negeri memungkinkan para diplomat muda sejak awal karier memperoleh pengalaman berharga dalam berinteraksi dengan berbagai budaya. Pengalaman ini pada akhirnya memperkuat kualitas dan kapasitas sumber daya manusia dalam dinas diplomatik Rusia.

Pusat ASEAN di MGIMO Universitas Kementerian Luar Negeri Federasi Rusia turut memegang peranan penting dalam mengembangkan dimensi kepemudaan politik luar negeri. Pusat ini telah memantapkan posisinya sebagai salah satu platform akademik dan pakar terkemuka dalam kajian interaksi Rusia dengan negara-negara Perhimpunan Bangsa-Bangsa Asia Tenggara (ASEAN). Bagian penting dari kegiatannya difokuskan pada kerja sama dengan kaum muda, termasuk melalui penyelenggaraan KTT Pemuda Rusia–ASEAN, sekolah ilmiah, diskusi meja bundar, serta berbagai program pendidikan.

Di Republik Indonesia, arah diplomasi pemuda juga berkembang secara konsisten. Salah satu elemen penting dalam upaya tersebut adalah program ‘Indonesia Young Diplomats’, yang diluncurkan pada masa keketuaan Indonesia di G20 pada tahun 2022. Program ini berfokus pada pembinaan spesialis muda di bidang hubungan internasional, penguatan keterampilan praktis mereka, serta pengembangan jejaring horizontal di antara diplomat muda negara-negara ASEAN.

Kerja sama Rusia–Indonesia di bidang diplomasi pemuda bertumpu pada landasan hukum dan politik yang kokoh. Deklarasi Kemitraan Strategis yang diadopsi pada bulan Juni 2025 telah membuka peluang tambahan untuk memperluas kontak antara organisasi kepemudaan, universitas dan lembaga terkait di kedua negara. Bidang kerja sama lanjutan yang prospektif mencakup pertukaran pendidikan, proyek riset bersama, partisipasi dalam forum-forum, serta pelaksanaan inisiatif bidang budaya dan olahraga.

Pada akhirnya, diplomasi pemuda terus memperkuat posisinya sebagai elemen penting dalam kerja sama internasional. Intensifikasi kontak antarkalangan muda Rusia–Indonesia berkontribusi pada terciptanya iklim saling percaya, saling menghormati dan kemitraan yang berkelanjutan. Dalam perspektif jangka panjang, format interaksi semacam ini mampu menjamin kesinambungan arah kebijakan luar negeri sekaligus mempererat hubungan persahabatan antara masyarakat kedua negara.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Korlantas Polri Evaluasi PNBP, Fokus pada Penguatan Teknologi dan Transparansi
• 16 jam laluokezone.com
thumb
Saham ASII dan UNTR Menguat usai Prabowo Buka Ruang Evaluasi Tambang Martabe
• 55 menit laluidxchannel.com
thumb
Partai Pendukung Prabowo 2 Periode, Disebut Tetap Solid Siapa Pun Cawapresnya
• 4 jam lalugenpi.co
thumb
Tim Terbaik Asia Tenggara Melaju ke Semi Final CrossFire: Legends Championship 2025–2026
• 11 jam lalumediaapakabar.com
thumb
Dapat Arahan Prabowo, Bahlil Akan Tinjau Ulang Izin Tambang Martabe
• 11 jam lalukompas.tv
Berhasil disimpan.