Transaksi Game Rp 6,4 Miliar Per Hari, Siapa yang Menikmati?

kompas.id
3 jam lalu
Cover Berita

Di media sosial, sesekali muncul streamer atau konten kreator game atau gim sedang marah-marah. Pasalnya, setelah berkali-kali ikut undian (gacha) dan menghabiskan banyak uang, ia tetap tak mendapatkan fitur yang diincar dalam gim itu.   

Lain waktu, muncul streamer gim lain yang kegirangan karena hanya dengan sekali percobaan undian sudah langsung mendapat item yang disukai.   

Begitulah sepenggal potret kehidupan pemain gim Indonesia saat ini. Salah satu jenis gim yang paling banyak mereka mainkan adalah gim gratis atau free to play, tetapi sebenarnya tidak sepenuhnya gratis karena di dalamnya menawarkan sejumlah fitur berbayar.   

Terbetik pertanyaan, berapa besar pengeluaran orang Indonesia untuk gim? Setelah ditelusuri, ternyata dalam sehari mencapai Rp 6,4 miliar. Sayangnya, kue ekonomi dari industri ini sebagian besar masih dinikmati pengembang gim dari luar negeri.

Ambil contoh, Jordan (28), warga Jakara Selatan, yang pernah menghabiskan Rp 2 juta untuk gim Mobile Legends. Ia membelanjakan uang itu untuk mendapatkan skin incarannya lewat undian. Skin adalah semacam kostum untuk mempercantik tampilan karakter pada permainan gim. ”Kalau dipikir-pikir lagi, aduh  ngapain , sih, ngeluarin uang sebanyak itu?” katanya sambil tertawa, Minggu (16/11/2025).    

Tiap transaksi gim seperti yang dilakukan Jordan dikenai Pajak Pertambahan Nilai (PPN). Total nilai PPN untuk Perdagangan Melalui Sistem Elektronik (PMSE) dari sektor gim mencapai Rp 1,4 triliun selama 2020-2025. Dari data ini, Tim Jurnalisme Data Harian Kompas menghitung total transaksi harian. Diperoleh angka Rp 6,4 miliar per hari.   

Direktur Gim Kementerian Ekonomi Kreatif Luat Sihombing menilai hitungan itu masuk akal. Menurut dia, ini menunjukkan daya beli masyarakat yang bergerak. ”Kita jadi target pasar global karena dominan secara volum di Asia Tenggara. Tetapi, itu juga peluang buat pengembang  gim lokal di dalam negeri,” katanya, Selasa (18/11/2025).

Dijelaskan Luat, saat ini daftar gim dengan pendapatan tertinggi di Play Store dan App Store didominasi produk asing, terutama dari  publisher yang belum memiliki badan usaha di Indonesia. Ia memperkirakan kontribusi pengembang lokal saat ini tidak lebih dari 2,5 persen dari nilai transaksi sekitar 2 miliar dolar AS pada 2024. Meski demikian, tidak semua belanja atau pengeluaran pemain gim otomatis mengalir ke luar negeri.  

Ia menjelaskan, struktur industri gim sebenarnya berlapis. Ada yang memiliki badan usaha tetap di Indonesia sehingga menciptakan lapangan kerja serta menyumbang pajak.

Berdasarkan laporan ”Peta Ekosistem Industri Gim Indonesia 2024” oleh Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemenkomdigi), ada lebih dari 154,9 juta pemain gim di Indonesia. Jumlah itu menempatkan Indonesia di peringkat keempat terbesar dunia. Pengeluaran rata-rata per kapita untuk gim di Indonesia sebesar 26 dolar AS atau Rp 430.000 per tahun atau rangking lima di ASEAN. Meskipun pengeluran ini moderat dibandingkan negara maju, nilai belanja ini menempatkan Indonesia di rangking ketujuh dunia untuk pendapatan gim mobile dengan nilai 1.528 dolar AS pada 2024. Sebanyak 78 persen di antaranya berasal dari platform mobile.

Baca JugaTerapkan Game Online Sebagai Komoditas Tersier agar Anak Tidak Kecanduan
Baca JugaGames, Online Gambling, and the Impact of Rising Interest Rates
Baca JugaGim Video dan Pendidikan Digital

Ketua Asosiasi Gim Indonesia (AGI) Shafiq Husein menyebut, kondisi ini menunjukkan kesenjangan  jumlah pemain gim dalam negeri dan pendapatan yang diperoleh industri gim lokal. Gim buatan pengembang asing umumnya lebih matang dari sisi desain dan unggul dalam hal monetisasi dan skala.

”Ini membuat pemain gim kita dengan cepat mengapdopsi produk mereka dan gim lokal pun kurang terlihat,” kata Shafiq, Kamis (27/11/2025).     

Menurut Shafiq, publisher asing pada umumnya juga memiliki modal lebih besar untuk mengakuisisi pengguna, pengelolaan gim, dan akses jaringan distribusi global. Ini tecermin pada proporsi revenue yang dikuasai entitas asing meskipun unduhan besar di Indonesia.

Laporan Sensor Tower ”Southeast Asia: Mobile Game Market, Insight 2025” menyebutkan, tingkat unduhan pasar gim mobile di Asia Tenggara paling banyak di Indonesia (870 juta), tetapi revenue-nya (118 juta dolar AS) di bawah Thailand yang berada di posisi paling tinggi (162 juta dolar AS).

Keterbatasan modal membuat pengembang lokal sulit bersaing dengan pengembang dari luar negeri dalam kancah gim free-to-play atau multiplayer yang populer di pasar Indonesia. Gim jenis ini butuh investasi awal yang sangat besar untuk infrastruktur, server, dan layanan langsung (live services).

Pemain gim di Indonesia terbiasa menikmati gim skala besar berkualitas tinggi yang ”gratis” dari developer asing. Developer lokal yang kurang modal hanya mampu bikin gim yang lebih kecil. ”Ibarat kata, orang biasa naik Ferrari terus ditawarin Karimun. Ini yang bikin mismatch,” kata Kris Antoni Hadiputra, CEO Toge Productions, Kamis (20/11/2025). 

Akhirnya, pengembang gim lokal lebih cenderung membuat gim single player premium yang ternyata cukup disukai di pasar luar negeri yang lebih apresiatif dan mempunyai daya beli tinggi.  

”Mendingan kami langsung jual ke luar negeri, kan. Pasar internasional lebih matang dan lebih bisa menghargai karya kreatif. Mereka mau bayar 20 dolar AS, misalnya, untuk mengunduh gim dari pengembang indi,” kata Kris.  

Toge hingga kini menghasilkan sekitar 30 produk gim, antara lain Coffee Talk dan A Space for the Unbound yang sukses di pasar internasional.  Mengutip Peta Ekosistem Industri Gim Indonesia 2024, pengembang lokal lebih banyak memilih PC-Steam sebagai platform utama (33,80 persen), disusul Android (25,70 persen) dan iOS (12,68 persen).  

Selera juga menjadi tantangan. Pengembang dalam negeri lebih banyak membuat gim bergenre simulasi (16,28 persen), aksi (12,40 persen), dan teka-teki atau puzzle (12,40 persen). Sementara itu, pemain Indonesia lebih menyukai gim teka-teki (12,05 persen), strategi (11,74 persen), dan petualangan (11,47 persen). Hanya genre teka-teki yang sejauh ini bisa menjadi titik temu antara produksi dan permintaan. 

CEO Gamechanger Studio Riris Marpaung mengingatkan, pasar Indonesia selama ini terbiasa dengan standar kualitas gim bikinan pengembang dan publisher kelas dunia. Karena itu, jika studio lokal sekadar mengekor tren global atau membuat gim tanpa identitas unik, mereka akan sulit bersaing.   

Diferensiasi IP dinilai jadi fondasi utama daya saing industri. Identitas konten akan menjadi penentu kemenangan di pasar domestik.      ”Membangun IP yang berbeda, baik lewat muatan lokal yang otentik, art style yang unik, atau narasi yang berani, adalah cara terbaik agar gim kita memiliki value proposition yang kuat,” ujarnya, Selasa (18/11/2025).    

Riris juga menautkan tantangan industri dengan keterbatasan. Karena itu, pendekatan emosional dan harga yang realistis dinilai penting agar gim lokal mampu menembus pasar domestik.

Pada gim terbarunya, 1998: The Toll Keeper Story, ia memilih tema yang dianggap terhubung dengan pasar lokal. Produk ini didorong dengan promosi organik dan harga yang disesuaikan dengan daya beli pasar.   

Menurut pengamat industri gim sekaligus Editor in Chief Gameformia Lintang Ayomi, industri gim Indonesia saat ini sedang tumbuh. Bahkan, banyak studio baru yang berani menawarkan gim unik.  Sayangnya,  dukungan struktural dari pemerintah dinilai masih minim.   

Dukungan pemerintah belum total untuk industri ini.

Lintang mengapresiasi langkah awal pemerintah melalui kebijakan nonfiskal dengan sistem klasifikasi gim (IGRS). Akan tetapi, sistem rating ini dinilainya tidak cukup. Strategi dan totalitas Pemerintah Korea Selatan dalam membangun industri hiburan bisa ditiru. 

”Jika K-Pop bisa berada di tangga chart musik dunia berkat dukungan Pemerintah Korea terhadap industri hiburan, saya membayangkan bagaimana gim Indonesia atau pelakunya bisa menjadi bagian dari industri gim internasional,” katanya.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Rupiah Melemah 25 Poin Jadi Rp16.811 per Dolar AS
• 1 jam lalusuarasurabaya.net
thumb
Mendagri Sebut Pasar Rakyat Mulai Beroperasi Bangkitkan Ekonomi di Wilayah Bencana Sumatra
• 9 jam laluviva.co.id
thumb
Pansel ADK OJK Dibuka! Arief Tekankan Calon Tidak Terafiliasi Parpol
• 20 jam lalueranasional.com
thumb
Walah, Ternyata Ini Penyebab Anjloknya Harga Bitcoin (BTC) Pekan Lalu!
• 9 jam laluwartaekonomi.co.id
thumb
Timnas Spanyol Krisis Striker, Tidak Ada Pilihan Ideal bagi Luis de la Fuente
• 16 jam lalutvrinews.com
Berhasil disimpan.