Jakarta, CNBC Indonesia - Peta kekuatan teknologi global sepanjang 2025 kian menegaskan satu hal, yaitu hanya segelintir negara yang benar-benar mampu mengintegrasikan teknologi ke dalam kehidupan sehari-hari warganya. Bukan sekadar soal klaim inovasi, tetapi dampak nyata pada layanan publik, pendidikan, industri, hingga tata kota.
Laporan Ranked: Most Technologically Advanced Countries in the World 2025 menempatkan Amerika Serikat sebagai negara paling maju secara teknologi. Negeri Paman Sam unggul di sektor kecerdasan buatan (AI) dan bioteknologi, dengan Silicon Valley tetap menjadi episentrum global bagi raksasa teknologi seperti Google dan Apple.
Amerika Serikat juga dinilai terdepan dalam pengembangan kendaraan otonom, machine learning, serta riset mutakhir yang didukung kampus elite seperti MIT, Stanford, dan Caltech. Dominasi ini diperkuat oleh peran perusahaan konsultan teknologi berskala global yang membantu otomatisasi industri lintas negara.
Di luar Amerika Serikat, Asia tampil sebagai kawasan dengan pertumbuhan teknologi paling agresif. Israel berada di peringkat kedua dunia berkat ekosistem startup yang matang dan budaya riset yang kuat. Taiwan, China, dan India menyusul di papan atas yang mencerminkan kuatnya investasi pada manufaktur teknologi, AI, dan digitalisasi industri.
Nama Korea Selatan dan Singapura juga menonjol. Korea Selatan unggul dalam infrastruktur 5G dan adopsi teknologi mutakhir, sementara Singapura menjadi contoh sukses smart city yang memanfaatkan IoT, AI, dan big data untuk layanan publik yang efisien.
Dari Eropa, Prancis, Jerman, Finlandia, hingga Swedia masuk jajaran 20 besar. Kawasan ini dinilai konsisten dalam kolaborasi antara pemerintah, industri, dan akademisi, serta unggul dalam pengembangan teknologi hijau dan energi terbarukan.
Di sisi lain, laporan ini juga menyoroti negara-negara yang masih tertinggal dalam penguasaan teknologi. Pakistan menempati posisi terbawah, dipengaruhi oleh lemahnya penegakan hukum, ketidakstabilan politik, korupsi, serta iklim sosial yang kurang mendukung inovasi.
Setelah Pakistan, Yaman, Afghanistan, Syria, dan Timor Leste juga masuk kelompok terbawah, masing-masing dengan tantangan struktural dan konflik yang menghambat pembangunan teknologi.
Apa yang Menentukan Negara Paling Maju Teknologi?
Laporan ini menilai kemajuan teknologi berdasarkan sejumlah faktor kunci, antara lain ekosistem riset dan pengembangan (R&D) yang kuat, budaya startup dan kewirausahaan, kolaborasi efektif antara pemerintah, industri, dan akademisi.
Selain itu infrastruktur digital dan telekomunikasi berkecepatan tinggi, adopsi awal teknologi seperti AI, IoT, blockchain, dan komputasi kuantum hingga kualitas pendidikan dan kesiapan tenaga kerja.
Negara-negara teratas bukan hanya menciptakan inovasi, tetapi juga mengekspornya ke dunia, membentuk standar global, dan membangun soft power melalui perusahaan teknologi raksasa.
Bagi negara berkembang, laporan ini menjadi pengingat bahwa investasi pada pendidikan, riset, dan infrastruktur digital bukan lagi pilihan, melainkan syarat utama untuk tetap relevan dalam ekonomi global berbasis teknologi.
Daftar 30 Negara Paling Maju Teknologi di Dunia 2025
- Amerika Serikat - skor: 97,69
- Israel - skor: 97,46
- Taiwan - skor: 96,94
- China - skor: 96,87
- India - skor: 96,83
- Korea Selatan - skor: 96,49
- Singapura - skor: 96,21
- Prancis - skor: 96,01
- Jepang - skor: 95,84
- Hong Kong - skor: 95,78
- Jerman - skor: 95,59
- Finlandia skor: 95,46
- Swedia - skor: 94,57
- Estonia - skor: 94,41
- Swiss - skor: 94,36
- Inggris - skor: 94,26
- Belanda - skor: 93,99
- Rusia - skor: 93,95
- Italia - skor: 93,85
- Norwegia - skor: 93,7
- Austria - skor: 93,44
- Denmark - skor: 93,20
- Australia - skor: 92,75
- Spanyol - skor: 92,66
- Polandia - skor: 92,36
- Portugal - skor: 91,81
- Filipina - skor: 91,57
- Luksemburg - skor: 91,35
- Kanada - skor: 90,78
- Monako - skor: 90,13
(hsy/hsy)




