TABLOIDBINTANG.COM - Menyiapkan bekal anak sering jadi tantangan tersendiri bagi orang tua. Tak hanya harus enak, bekal juga perlu bergizi, aman, sekaligus menarik agar anak lahap menghabiskannya.
Hal ini dibahas dalam diskusi bertema “Memenuhi Kecukupan Gizi melalui Bekal Sehat dan Berkelanjutan” yang digelar di Studio Kreasi Sasa bersama akademisi dan mahasiswa pascasarjana Fakultas Teknik dan Teknologi IPB.
Dua pakar pangan Indonesia, Prof. Dr. Feri Kusnandar dan Dr. Tjahja Muhandri, mengungkap ada beberapa kunci penting agar bekal anak bisa optimal untuk tumbuh kembang sekaligus membentuk kebiasaan baik.
Berikut 4 kunci menyiapkan bekal sehat menurut para pakar.
1. Keamanan Pangan Harus Jadi Prioritas
Sebelum memikirkan rasa atau tampilan, keamanan makanan wajib jadi perhatian utama. Makanan yang terlihat menarik dan bergizi tetap tidak bermanfaat jika tidak higienis atau berisiko bagi kesehatan.
Karena itu, penting memastikan bahan makanan segar, proses pengolahan bersih, serta penyimpanan bekal dilakukan dengan benar agar makanan tetap aman dikonsumsi hingga jam makan siang.
2. Pastikan Gizi Seimbang untuk Energi dan Konsentrasi Anak
Setelah keamanan terpenuhi, kecukupan gizi menjadi faktor penting berikutnya. Bekal yang mengandung karbohidrat, protein, serat, vitamin, dan mineral membantu menjaga energi sekaligus meningkatkan konsentrasi anak saat belajar di sekolah.
Bekal sehat juga dapat membantu mendukung tumbuh kembang anak secara optimal.
3. Rasa Enak Bikin Anak Lahap
Bekal bergizi sering gagal dimakan anak karena rasanya kurang menarik. Karena itu, rasa tetap menjadi faktor penting agar anak mau menghabiskan makanannya.
Menu bekal bisa dibuat lebih variatif dan disesuaikan dengan selera anak tanpa mengurangi nilai gizinya.
4. Tampilan Menarik Bisa Picu Selera Makan
Food plating atau tampilan makanan ternyata berperan besar dalam meningkatkan minat anak untuk makan. Bentuk makanan yang menarik dapat membuat anak lebih penasaran dan bersemangat mencoba menu baru.
Selain itu, bekal juga bisa menjadi media edukasi untuk membangun kebiasaan makan sehat sejak usia dini.
Praktik Langsung Masak Bekal Sehat
Menariknya, bekal sekolah tidak hanya berkaitan dengan kesehatan, tetapi juga bisa menjadi sarana menanamkan nilai keberlanjutan.
Anak dapat diajarkan untuk tidak membuang makanan, membuang sampah pada tempatnya, serta memilah sampah makanan.
Kebiasaan sederhana ini membantu membangun rasa tanggung jawab terhadap lingkungan sejak kecil.
Dalam kegiatan tersebut, peserta juga diajak praktik memasak bersama tim chef Studio Kreasi Sasa. Mereka belajar membuat menu bekal sehat, higienis, dan kreatif yang mudah diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
Chief Manufacturing Officer PT Sasa Inti, Ir. H. Snowerdi Sumardi, MM, menegaskan pentingnya edukasi gizi melalui praktik nyata.
“Pendidikan gizi tidak cukup hanya melalui teori. Kita perlu memberi contoh nyata, termasuk bagaimana menyiapkan makanan yang aman, bergizi, dan ramah lingkungan," jelas Ir. H. Snowerdi.
"Melalui kegiatan seperti ini, kami berharap generasi muda semakin memahami bahwa kesehatan anak dan kelestarian bumi dapat dimulai dari hal sederhana, seperti bekal sekolah,” lanjutnya.
Sementara itu, Head of Stakeholder Relation PT Sasa Inti, Rida Atmiyanti, S.Psi., MM, menilai bekal memiliki peran besar dalam membentuk karakter anak.
“Bekal anak bukan hanya soal memenuhi kebutuhan gizi, tetapi juga membentuk karakter. Dengan mengajarkan anak makan dengan bijak, tidak menyisakan makanan, serta membuang dan memilah sampah dengan benar, kita sedang menanamkan nilai tanggung jawab terhadap diri sendiri, sesama, dan lingkungan,” jelasnya.




