jpnn.com, JAKARTA - Komunitas Perempuan Peduli dan Berbagi (KPPB) kembali memperkuat komitmennya dalam mencetak generasi muda perempuan yang tangguh dan berdaya.
Melalui gelaran Perayaan Apresiasi Rumah Belajar Sekar Anyer, KPPB merayakan keberhasilan program edukasi informal bagi remaja perempuan yang telah berlangsung sejak Juli hingga Desember 2025.
BACA JUGA: MeiIine Tenardi-KPPB Datangkan Ribuan Peserta Edukasi 1000 Hari Cinta Ibu Sehat
Berbeda dengan seremoni kelulusan umumnya, acara ini menitikberatkan pada penghargaan terhadap proses tumbuh kembang karakter peserta.
Rangkaian acara diisi dengan penyerahan Sertifikat Apresiasi serta berbagai permainan kreatif yang dirancang untuk mengasah kepemimpinan dan kerja sama tim dalam suasana yang hangat.
BACA JUGA: KPPB Ulang Tahun Pertama, Meiline Tenardi Ungkap Harapannya
Founder KPPB, Meiline Tenardi menegaskan esensi dari Rumah Belajar Sekar Anyer adalah menghargai perjalanan setiap individu.
Menurutnya, keberanian dan kepercayaan diri tidak bisa dibentuk secara instan.
BACA JUGA: KPPB Gelar Aksi Sosial Beduk Cinta Ramadan 2024 untuk 250 Anak-anak Duafa
"Kami tidak merayakan kelulusan, kami merayakan proses. Karena karakter, keberanian, dan kepercayaan diri dibangun dari perjalanan, bukan dari hasil instan," ujar Meiline, Kamis (12/2).
Terletak di wilayah pesisir Anyer, Rumah Belajar Sekar Anyer hadir sebagai ruang inklusif bagi remaja putri untuk mengeksplorasi potensi diri.
Selama enam bulan, para peserta mendapatkan pendampingan intensif yang mencakup penguatan karakter, komunikasi efektif, latihan kemandirian, kepemimpinan dan kerja sama.
"Mereka dibekali nilai-nilai hidup yang positif, membangun kepercayaan diri dalam berbicara dan berekspresi, keterampilan praktis untuk kemandirian, juga kepekaan sosial dan peran dalam tim," ujarnya.
Metode pembelajaran dilakukan secara partisipatif melalui diskusi dan refleksi, sehingga materi yang disampaikan sangat relevan dengan tantangan kehidupan sehari-hari para remaja.
Meiline meyakini bahwa pemberdayaan perempuan harus dimulai sejak dini.
Remaja perempuan dipersiapkan untuk menjadi pribadi yang mandiri dalam mengambil keputusan serta memiliki literasi kesehatan yang baik.
Dia menambahkan investasi pada remaja perempuan adalah investasi bagi masa depan bangsa.
Sebagai calon ibu dan pendidik pertama dalam keluarga, kualitas karakter mereka akan menentukan kualitas generasi berikutnya.
"Remaja perempuan hari ini adalah calon ibu dan penentu kualitas keluarga di masa depan. Jika mereka kuat, keluarga akan kuat. Jika keluarga kuat, bangsa pun kuat," ungkapnya.
Sejak didirikan, KPPB konsisten menjalankan program sosial berbasis edukasi dan kesehatan. Rumah Belajar Sekar Anyer menjadi bukti nyata pemberdayaan berbasis komunitas yang dilakukan secara berkelanjutan.
Melalui apresiasi ini, KPPB berharap para remaja putri di Anyer mampu menjadi agen perubahan di lingkungannya, membuktikan bahwa langkah kecil yang konsisten dapat membawa dampak besar bagi kemajuan perempuan Indonesia. (esy/jpnn)
BACA ARTIKEL LAINNYA... Tim Panja Penerimaan Negara Komisi XI DPR Kunjungi KPPBC Pantoloan
Redaktur : Dedi Sofian
Reporter : Mesyia Muhammad




