Trump Perintahkan Pentagon Beli Listrik dari PLTU Demi Dorong Industri Batu Bara

kumparan.com
4 jam lalu
Cover Berita

Presiden AS Donald Trump memerintahkan Pentagon membeli listrik dari pembangkit listrik tenaga batu bara (PLTU) dan mengumumkan anggaran jutaan Dolar AS untuk meningkatkan fasilitas yang ada. Langkah ini dilakukan Trump untuk memperpanjang ketergantungan AS pada tenaga batu bara.

Dikutip dari Bloomberg, Kamis (12/2), Trump memerintahkan Menteri Pertahanan Pete Hegseth untuk membuat perjanjian pembelian listrik dari pembangkit batu bara untuk mendukung operasi militer. Lewat arahan itu, kantor instalasi energi Pentagon akan mengejar perjanjian jangka panjang yang menawarkan janji peningkatan permintaan dan kepastian bisnis.

"Kami sekarang akan membeli banyak batu bara lewat militer, dan harganya akan lebih murah dan sebenarnya jauh lebih efektif dari apa yang telah kita gunakan selama bertahun-tahun," kata Trump dalam sebuah acara di Gedung Putih yang dihadiri penambang, eksekutif batu bara, dan pemimpin industri energi.

Trump memuji batu bara sebagai bentuk energi yang paling tepercaya dan dapat diandalkan. Dia juga mengatakan tindakan yang dilakukan pemerintahannya akan membantu meningkatkan produksi, memberikan harga yang lebih rendah bagi konsumen, dan memastikan industri yang penting bagi keamanan nasional memiliki pasokan listrik yang stabil.

"Pembangkit listrik tenaga batu bara meningkat hampir 15 persen pada tahun pertama saya dan angka itu akan meningkat sekitar 25 atau 30 persen pada tahun mendatang," ujarnya.

"Lebih banyak batu bara berarti biaya lebih rendah, dan lebih banyak uang di kantong warga Amerika dan, terus terang, di kantong Amerika Serikat. Itu tidak buruk," lanjutnya.

Sementara itu, pejabat Gedung Putih mengatakan Trump juga memuji rencana Tennessee Valley Authority untuk terus mengoperasikan dua pembangkit listrik tenaga batu bara yang sebelumnya dijadwalkan akan dipensiunkan, dan mengumumkan pendanaan dari Kementerian Energi untuk mendukung peningkatan di pembangkit listrik tenaga batu bara. Anggaran sebesar USD 175 juta akan digunakan untuk membiayai peningkatan 6 pembangkit listrik tenaga batu bara di Kentucky, North Carolina, Ohio, Virginia, dan West Virginia.

Saham perusahaan tambang batu bara, Peabody Energy Corp, meningkat 9,6 persen dalam perdagangan pasar AS. CEO Peabody Jim Grech yang hadir dalam acara di Gedung Putih mengatakan pihaknya bekerja bersama pemerintah mengenai potensi pembangunan pembangkit listrik tenaga batu bara yang baru.

Upaya Trump Tingkatkan Produksi dan Konsumsi Batu Bara

Ini menjadi langkah terbaru Trump untuk meningkatkan penambangan dan konsumsi batu bara. Batu bara merupakan bahan bakar fosil yang digunakan sebagai sumber listrik di AS.

Penggunaan batu bara di AS menurun akibat kompetisi dari gas alam yang lebih murah dan alternatif energi terbarukan, serta kekhawatiran tentang perubahan iklim. Dinamika itu telah bergeser dengan perubahan kebijakan dari Washington dan karena perusahaan utilitas berupaya memenuhi lonjakan permintaan listrik yang didorong oleh industri kecerdasan buatan (AI) yang rakus energi.

Trump memuji batu bara sebagai sumber listrik yang bersih dan indah. Langkah Trump ini penting untuk mengatasi dua tujuan politik imperatifnya: membantu AS memenangkan persaingan global dalam hal AI dan mengamankan tagihan listrik yang lebih rendah bagi konsumen menjelang pemilu sela pada November mendatang.

Kementerian Energi telah mengeluarkan perintah darurat yang mengharuskan beberapa pembangkit listrik tenaga batu bara untuk terus beroperasi, sementara Kementerian Dalam Negeri telah bergerak untuk membuka lebih banyak lahan federal untuk penyewaan batu bara di North Dakota, Montana, dan Wyoming.

Pada saat yang sama Trump berupaya memperkuat industri batu bara, pemerintahannya justru mengakhiri dukungan federal untuk beberapa proyek penyediaan energi angin dan solar. Pemerintahannya juga melonggarkan peraturan yang mendorong peralihan dari bahan bakar fosil yang menjadi penyebab perubahan iklim.

Para aktivis lingkungan mengatakan langkah tersebut merupakan upaya pemerintah federal untuk mendukung sumber energi listrik yang kotor dan boros dengan mengorbankan energi alternatif yang bersih -- jauh dari pendekatan semua pilihan terhadap energi yang selama bertahun-tahun menyatukan banyak Republik dan Demokrat di Washington.

"Saat rakyat Amerika menuntut energi yang bersih dan terjangkau, pemerintahan Trump menggunakan uang pajak kita untuk menopang pembangkit tenaga listrik paling kotor dan paling tidak efisien di negara ini," kata presiden Natural Resources Defense Council, Manish Bapna.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Permata Bank (BNLI) Raup Laba Rp3,6 Triliun di 2025 Terdorong Pertumbuhan Kredit
• 6 jam laluidxchannel.com
thumb
Kasatgas Tito: Listrik di Sumbar Pulih 100 Persen, Aceh dan Sumut Hampir Normal
• 20 jam laluliputan6.com
thumb
Catat Ada 6.000 Titik Jalan Berlubang, Pemprov DKI: Penambalan Masih Dilakukan
• 57 menit laluokezone.com
thumb
Gugatan Praperadilan Ditolak, Richard Lee Dicekal ke Luar Negeri
• 19 jam lalukumparan.com
thumb
Tagihan Listrik Naik? Bisa Jadi Bukan Soal Tarif, tapi Cara Kita Memakai Energi
• 18 jam lalukumparan.com
Berhasil disimpan.