Bisnis.com, JAKARTA - Presiden Amerika Serikat, Donald Trump menerima kunjungan Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu di Gedung Putih pada Rabu (11/2/2026). Dalam pertemuan ini, Trump menegaskan ingin melakukan negosiasi dengan Iran.
Dilansir The Times of Israel, Kamis (12/2/2026) pertemuan kedua pimpinan negara tersebut berlangsung selama tiga jam. Trump bersikeras mengedepankan negosiasi terkait program nuklir dari Teheran.
Dia menyampaikan di media sosial miliknya bahwa pertemuan tersebut juga upaya memperkuat hubungan kedua negara.
"Tidak ada hal pasti yang dicapai selain saya bersikeras agar negosiasi dengan Iran dilanjutkan untuk melihat apakah kesepakatan dapat tercapai atau tidak," kata Trump.
Trump menyampaikan negosiasi menjadi prioritas di tengah ketegangan antara Amerika dengan Iran. Menurut Kantor Pemerintah Israel, baik Trump dan Netanyahu berdiskusi mengenai keamanan kedua negara.
Netanyahu sempat menyampaikan, Iran dapat menjadi ancaman bagi Israel dan mendorong Amerika membatasi pergerakan Teheran.
"Perdana menteri yakin bahwa setiap negosiasi harus mencakup pembatasan rudal balistik dan mengakhiri dukungan untuk poros Iran," kata kantor Netanyahu dalam sebuah pernyataan menjelang perjalanannya, sebagaimana diberitakan BBC.
Sebelumnya, Trump mengerahkan armada laut ke Timur Tengah yang memicu spekulasi meningkatnya potensi serangan terhadap Iran di tengah penumpasan brutal rezim Teheran atas gelombang protes nasional
Armada yang dikerahkan diantaranya USS Abraham Lincoln didampingi tiga kapal perusak berpeluru kendali kelas Arleigh Burke, USS Spruance, USS Michael Murphy, dan USS Frank E. Petersen Jr., yang mampu membawa rudal Tomahawk. Sayap udara kapal induk itu mencakup jet tempur F-35C.





