JAKARTA, DISWAY.ID -- Kemendikdasmen memprioritaskan revitalisasi dan perbaikan sekolah sebagai agenda utama tahun 2026.
Fokusnya adalah meningkatkan kualitas sarana pendidikan, khususnya di daerah terdampak bencana dan sekolah dengan kerusakan berat.
Mendikdasmen Abdul Mu’ti mengatakan, saat ini ribuan satuan pendidikan telah masuk dalam anggaran perbaikan, dengan potensi tambahan dukungan hingga 60 ribu sekolah.
“Prioritas pertama sekolah di daerah bencana, kemudian sekolah rusak berat dan sedang. Rusak ringan bisa menggunakan dana BOS,” ujar Abdul Mu'ti, di Depok, Jawa Barat, Senin, 9 Febuari 2026.
BACA JUGA:49 Kode Redeem FC Mobile Terbaru Hari Ini 12 Februari 2026, Segera Klaim Item Gratis!
BACA JUGA:Real Madrid Naksir Cristian Romero, Endrick Jadi Uang Panas di Meja Negosiasi
Selain infrastruktur, kementerian juga menyiapkan program peningkatan kompetensi guru. Salah satu yang baru adalah pelatihan guru Bahasa Inggris untuk kelas 3 SD, yang akan diterapkan mulai tahun ajaran 2027–2028.
“Pelatihannya dimulai semester ini hingga semester depan, agar saat 2027 pembelajaran sudah siap dijalankan,” jelasnya.
Program bantuan pendidikan bagi siswa dari keluarga kurang mampu juga tetap berjalan dengan mekanisme seleksi berbasis data sosial ekonomi dan usulan sekolah.
Tak hanya itu dalam waktu dekat, Kemendikdasmen tengah menyiapkan surat edaran bersama Menteri Agama dan Menteri Dalam Negeri terkait penyesuaian kalender pendidikan, termasuk pengaturan libur Ramadan dan kegiatan sekolah agar selaras dengan mobilitas masyarakat saat mudik.
BACA JUGA:Rekor Baru! Gol Van Dijk Bawa Liverpool Tekan Chelsea dan MU, Arne Slot Lega
BACA JUGA:Menko Infrastruktur AHY Tinjau Progres Tol Palembang–Betung Seksi 1 dan 2 Serta Jembatan Musi V
"Dengan kombinasi revitalisasi sekolah, pelatihan guru, dan penyesuaian kebijakan, Kemendikdasmen menargetkan layanan pendidikan yang lebih merata, aman, dan berkualitas di seluruh Indonesia," pungkasnya.




