- Kecelakaan maut di depan Kampus UIN Syarif Hidayatullah Ciputat yang menewaskan seorang pengendara wanita sempat viral karena disebut melibatkan bus Transjakarta.
- Pihak Transjakarta membantah kabar tersebut dan menegaskan insiden terjadi antara sepeda motor dan mobil pribadi.
- Kasus kini ditangani Polsek Ciputat, sementara Transjakarta menyampaikan belasungkawa dan mengimbau publik lebih bijak menyaring informasi.
Suara.com - Media sosial tengah diramaikan oleh warta mengenai kecelakaan maut yang terjadi di depan Kampus UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Ciputat, Tangerang Selatan.
Peristiwa nahas yang merenggut nyawa seorang pengendara wanita itu sempat disebut-sebut melibatkan satu unit armada bus Transjakarta pada Rabu (11/2/2026) malam.
Menanggapi kabar yang terlanjur viral, manajemen Transjakarta segera memberikan keterangan resmi untuk meluruskan simpang siur informasi yang beredar.
Kepala Departemen Humas dan CSR Transjakarta, Ayu Wardhani, menyampaikan klarifikasi tersebut pada Kamis (12/2/2026) guna mengoreksi kekeliruan narasi di lapangan.
Ayu menegaskan bahwa armada bus milik Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Jakarta itu sama sekali tidak terlibat dalam insiden mematikan tersebut.
"Narasi yang beredar karena tertabrak bus Transjakarta, tidak benar," ujarnya kepada Suara.com melalui keterangan tertulis.
Penjelasan lebih lanjut mengenai kronologi kejadian yang sebenarnya pun turut diungkapkan untuk menepis anggapan publik yang kurang tepat.
"Kecelakaan tersebut terjadi antara kendaraan roda dua dan mobil pribadi," lanjut Ayu.
Saat ini, pihak kepolisian telah turun tangan untuk melakukan investigasi lebih mendalam terkait penyebab pasti terjadinya tabrakan.
Baca Juga: Kiper Futsal Unggul FC Tewas Dalam Kecelakaan Maut di Bangkalan Madura
"Kasusnya ditangani oleh Polsek Ciputat," jelas Ayu.
Meski demikian, Transjakarta tetap mengungkapkan belasungkawa yang mendalam terhadap korban yang meninggal dunia dalam kecelakaan tersebut.
"Atas kejadian tersebut, kami turut berduka," ucap Ayu.
Masyarakat juga diimbau untuk lebih teliti dalam menyaring informasi yang beredar di jagat maya, agar tidak menimbulkan stigma negatif terhadap pihak tertentu.




